Mengenai Saya

Artikel-Artikel yang saya posting ini adalah Pertanyaan -pertanyaan yang sering diajukan (FAQ=Frequently Asked Question) kepada Umat Islam baik oleh Muslim dan Non Muslim. ini adalah sebagian besar adalah sumber nya dari WWW.IRF.net pada bagian FAQ yang sudah saya terjemahkan. tujuan dari artikel ini sendiri tidak bermaksud menjelek-jelekkan agama lain tapi sebatas pada pembelaan dengan memberikan jawaban terhadap pertanyaan seputar Islam dan Mencari Kebenaran. Terima Kasih jika Anda bersedia memberikan komentar dengan kata kata yang baik.

Selasa, Desember 07, 2010

Murtad dan hukuman Mati?

Saya mendengar beberapa daerah dan tokoh Muslim di Indonesia sedang mempertimbangkan kemungkinan menerapkan hukuman mati bagi orang Islam yang pindah agama (murtad). Jauh sebelumnya, kerajaan Melaka di bawah kekuasaan Sultan Muzaffar Syah (1450-1458 M.) telah menerapkan hukuman mati bagi orang murtad melalui Undang-Undang Melaka (disebut juga: Undang-Undang Darat Melaka, Undang-Undang Melayu, Undang-Undang Negeri dan Pelayaran). Dalam UU tersebut pasal 36 ayat 1 disebutkan, "orang yang murtad dikenakan hukuman mati". Pandangan seperti ini biasanya didorong oleh sebuah hadits, "man baddala dinahu faqtuluhu" (barang siapa yang pindah agama, bunuhlah!).

Pertanyaannya, bisakah mengeksekusi mati orang Islam Indonesia yang pindah agama dengan mengacu pada hadits tersebut. Jawabannya: tidak bisa. Sebab, tidak sebagaimana kerajaan Melaka yang memang merujuk pada fikih Islam, Indonesia modern nan demokratis adalah negara yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Kita semua tahu bahwa konstitusi telah menjamin hak kebebasan beragama di Indonesia. Istiqamah dengan ketentuan itu, orang Indonesia yang pindah agama tak bisa dikriminalisasikan sehingga boleh dijatuhi sanksi hukum. Menjatuhkan hukuman mati bagi Muslim Indonesia yang pindah agama melanggar Undang-Undang Dasar 1945 dan UU RI No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM) yang menjamin kemerdekaan penuh bagi semua warganya untuk memilih atau meninggalkan suatu agama.

Selanjutnya, hadits di atas tak bisa dijadikan patokan. Ia tak meyakinkan dari berbagai sudut. Hadits itu bukan hadits mutawatir, melainkan hadits ahad. Menurut Imam Abu Hanifah, dalalah (penunjukan) hadits ahad adalah zhanni (relatif) dan bukan qath`i (pasti). Khudlari Bik, ahli Ushul Fikih, menjelaskan, hadits ahad tak bisa menaskh ayat-ayat umum dalam al-Quran. Jika keumuman ayat al-Quran bersifat qath`i, maka hadits ahad bersifat zhanni, sehingga menurut Tajuddin al-Subki dalam Jam`u al-Jawami`; yang zhanni tak boleh menaskh (abrogasi) yang qath`i. Sementara itu, tak ditemukan satu ayat pun dalam al-Quran yang memerintahkan untuk membunuh orang murtad. Al-Quran justeru menjamin kebebasan beragama. Jawdat Sa`id menilai bahwa hadits tersebut adalah dla`if, karena ia bertentangan dengan prinsip dasar ajaran Islam; kebebasan beragama. Alhasil, hadits tersebut lemah dari sudut dalalahnya sehingga tak mungkin untuk menghapus ayat-ayat umum al-Quran yang mendorong kebebasan beragama.

Lebih jauh, Jamal al-Banna mempertanyakan integritas perawi hadits dimaksud. Menurutnya, perawi hadits yang menjelaskan tentang hukum bunuh bagi orang yang keluar dari Islam berakhir pada `Ikrimah. Ia dikenal meriwayatkan banyak hadits dari Ibn `Abbas. Namun, hadits-hadits dari `Ikrimah banyak ditolak Imam Muslim. Muslim hanya mengutip satu hadits yang diriwayatkan `Ikrimah, itu pun karena `Ikrimah meriwayatkannya bersama Sa`îd ibn Jubair, yaitu hadits tentang haji. Hadits tentang membunuh orang murtad itu tak tercantum dalam kitab Shahih Muslim. Penolakan Muslim ini bisa pahami, karena `Ikrimah di kalangan para ahli hadits dikenal sebagai pembohong (kadzdzab), sehingga sulit untuk diterima sekiranya ia meriwayatkan hadits. Keraguan tentang eksistensi hadits ini berlanjut, demikian Jamal al-Banna, karena para perawi hadits tersebut termasuk Ikrimah tak pernah menjelaskan sabab al-wurud hadits itu; dalam konteks apa dan untuk kepentingan apa Nabi Muhammad menyatakan hadits tersebut.

Lepas dari itu, sekiranya benar ada hadits yang demikian, sejarah menunjukkan bahwa Nabi Muhammad tak pernah menghukum bunuh orang murtad. Dikisahkan dalam sejumlah literatur bahwa pada zaman Nabi sudah ada orang yang keluar dari Islam dan memeluk agama lain seperti Kristen. Sekurangnya, pada masa Nabi ada dua belas laki-laki Muslim yang keluar dari Islam, di antaranya adalah al-Harits ibn Suwaid al-Anshari. Dua belas orang itu kemudian pindah dari Madinah ke Mekah. Begitu juga `Ubaidullah ibn Jahsy. Setelah berpindah bersama isterinya (Ummu Habibah binti Abi Sufyan yang Islam) ke Habasyah, ia memeluk Kristen dan meninggal dalam keadaan Kristen. Sekalipun sudah keluar dari Islam, Nabi tak membunuh mereka. Nabi tak memerintahkan sahabat mengejar mereka untuk dibunuh. Inilah fakta historisnya.

Pelbagai kelemahan pada hadits tersebut jarang diketahui oleh mereka yang hendak menghukum bunuh orang Islam yang pindah agama. Semoga setelah penjelasan ini sampai ke tangan mereka, semangat untuk membunuh orang murtad itu bisa menyusut. Insyaallah .[]

*Penulis adalah peneliti the WAHID Institute.

http://www.wahidinstitute.org/Program/Detail/?id=79/hl=id/Murtad_Dan_Hukuman_Mati

http://www.kaskus.us/showpost.php?p=137425905&postcount=65

Muhammad sebelum Menjadi Nabi

Rasulullah SAW sebelum diangkat menjadi Nabi dan menerima wahyu dari Allah SWT, dia adalah seorang yang hanif berada dalam millah (ajaran) agama nabi Ibrahim AS sebagai Bapak dari para nabi. Beliau lahir dan tinggal di tempat dimana dahulu Bapak para nabi itu membangun rumah Allah. Beliau mewarisi kesucian dan kelurusan agama yang dibawa oleh kakek (moyang) nya.

Rasulullah SAW sebelum menjadi nabi tidak pernah melakukan hal-hal yang nantinya terlarang dan diharamkan dalam syariat yang diturunkan kepadanya. Wajahnya belum pernah sujud kepada berhala, perutnya belum pernah meminum khamar, lidahnya belum pernah digunakan untuk membicarakan orang, mencaci atau hal yang dilarang. Beliau pernah berdagang tapi tidak pernah terjebak sistem ribawi.

Bahkan ketika masih anak-anak, beliau pernah berniat menonton hiburan malam dalam sebuah pesta, namun atas izin Allah SWT beliau tidak jadi melakukannya lantaran tertidur dan hal itu berulang untuk esoknya.

Sehingga kalau pun dia tidak menjadi nabi, pastilah dia akan dikatakan sebagai orang suci yang shalih dan dicintai semua orang. Namun dengan diangkat menjadi nabi, maka beliau menjadi pembawa paket risalah yang berisi hukum dan aturan hidup manusia sedunia dan berlaku hingga akhir masa. Karena tidak ada nabi sesudahnya. Syariat itulah yg dijadikan Tuhan yang pernah mengutus Ibrahim, Daud, Musa dan Isa menjadi syariat versi terakhir. Dan menghapus berlakunya semua syariat yang pernah ada sebelumnya. Kitab Al-Quran Al-Karim yg diturunkan kepada beliau adalah kitab yg menghapus berlakunya semua kitab sebelumnya. Dan diri Rasulullah SAW sebagai nabi menjadi satu-satunya nabi yang masih berlaku kenabiannya sampai hari akhir. Sehingga bila nanti Yesus Kristus (Nabi Isa as) datang lagi ke dunia ini, beliau akan menjadi salah satu anggota dari umat Islam. Bahkan beliau akan bersyahadat bahwa Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah SAW. Beliau akan shalat di dalam shaf shalat jamaah umat Islam dan menghancurkan salib, berhala serta patung-patung dirinya yang telah dibuat oleh orang kafir yang menjadikan dirinya tuhan atau anak tuhan.

http://www.kaskus.us/showpost.php?p=248751609&postcount=8585

Proses Kodifikasi dan Masalah Otentisitas Al-Quran

Sejarah mencatat adanya para penulis dari kalangan yang diangkat oleh Nabi sebagai pencatat ayat-ayat al-Quran. Catatan yang mereka tulis berdasarkan bacaan rasullulah saw, yang didiktekan langsung setiap kali wahyu turun. Catatan ini didokumentasikan pada alat-alat tulis yang tersedia pada saat itu, seperti kertas, kayu, potongan kulit, lempengan batu atau tulang. Para penulis wahyu ini sebagaimana yang diinformasikan oleh literatur-literatur keislaman berjumlah 29 orang. Diantara mereka adalah empat khalifah sesudah rasullulah saw. Beberapa penulis tersebut yaitu, Abu Bakar, Umar bin Khatab, Ustman bin Affan, Alin bin Abi Thalib, Zubair bin Awwam, Said bin Al-Ash, Amru bin AL-Ash, Ubai bin Ka'b, dan Zaid bin Tsabit.

Selain pencatatan adalah ukurasi hafalan kaum Muslimin yang terus mentradisi sampai saat ini. Pada Masa Rasullulah saw, para penghafal al-Quran mencapai ratusan sahabat yang memang sangat concern pada bacaan al-Quran dan akurasi hafalannya.

Rasullulah saw melakukan pembacaan ulang al-Quran satu kali setiap tahun di bulan Ramadhan yang langsung disimak oleh pembawa wahyu Jibril as. Bahkan khusus pada tahun terakhir sebelum wafat, Jibril as melakukan pengecekan bacaan al-Quran Nabi sebanyak dua kali. Dengan demikian, para penghafal al-Quran itu telah mengahafalnya dengan sempurna sebelum Rasullulah saw wafat. Demikian para penulis al-Quran mencatat seluruh kandungan al-Quran dan meletakkan ayat demi ayat sesuai dengan arahan dan intruksi langsung Rasullulah saw.

Peristiwa Yamamah, Musailamah al-Kadzdzab

Setahun setelah wafatnya Rasullulah saw, sebanyak 70 orang penghafal al-Quran terbunuh dalam peristiwa Yamamah. Mempertimbangkan hal ini, Khalifah Abu Bakar ra, atas saran dari Umar bin Khatab menugaskan salah satu penulis al-Quran, Zaid bin Tsabit untuk mengumpulkan catatan-catatan al-Quran yang berserakan kedalam satu kodifikasi yang akan dijadikan rujukan. Proses Kodifikasi ini dilakukan berdasarkan satu prinsip, yaitu bahwa setiap catatan wahyu yang akan dimasukkan ke dalam kodifikasi harus mendapatkan dua orang saksi yang mengatakan, bahwa catatan tersebut benar-benar telah didiktekan langsung oleh Rasullulah saw. Tentu saja para penghafal al-Quran dari kalangan sahabat dilibatkan dalam melakukan tugas kodifikasi ini.

Zaid bin Tsabit menyerahkan hasil kodifikasi lengkap al-Quran kepada Abu Bakar, sebelum wafat kodifikasi tersebut diserahkan kepada Umar bin Khatab yang kemudian sebelum beliau wafat menyerahkannya kepada putrinya yang juga istri Rasullulah saw, Hafshah binti Umar ra.

Ustman bin Affan

Pada Masa Ustman bin Affan, dibentuklah komite kodifikasi al-Quran yang terdiri dari empat orang, salah satunya adalah Zaid bin Tsabit. Mereka bertugas untuk menyalin sebanyak lima mushhaf al-Quran dan kemudian dikirim ke Mekkah, Madinah, Basrah, Kufah fan Damaskus. Komite ini melakukan tugas penyalinan berdasarkan kodifikasi yang berada di tangan Hafshah binti Umar ra. Proses penyalinan tersebut tentu saja diawasi oleh para penghafal al-Quran saat itu. Salinan al-Quran hasil penulisan komite inilah yang beredar dan dipergunakan oleh umat Islam di seluruh dunia sejak dulu hingga saat ini. Oleh sebab itu tidak ada perbedaan dikalangan umat Islam menyangkut otentisitas al-Quran sejak 14 abad silam hingga sekarang.

Hal ini juga diperkuat oleh para orientalis Leblois, Muir dan Orientalis Jerman Rudi Paret dalam kata pengantar untuk terjemahan al-Quran. Ahli Ketimuran Rudi Paret mengatakan, "Kita tidak memiliki alasan yang dapat membuat kita yakin bahwa di sana ada ayat-ayat dalam al-Quran yang tidak datang dari Muhammad." (M.Abdullah Diraz, Rudi PAret, Der Koran, Stuttgart; Ubersetzubg, 1980, hal 5)

Demikianlah, tak ada yang menyebutkan bahwa ada salinan al-Quran yang berbeda dengan hasil salinan komite di masa Ustman bin Affan. Seandainya ada diantara para sahabat yang memiliki salinan yang berbeda, pastilah mereka akanmenunjukkan dan menentang hasil penyalinan yang dilakukan komite kodifikasi pada masa Ustman. Tetapi kita tidak pernah mendengar terjadinya hal itu sepanjang sejarah umat Islam.

Abdullah bin Mas'ud ra

Adapun tuduhan yang sengaja disebarkan menyangkut seorang sahabat Rasullulah saw, Abdullah bin Mas'ud ra yang disebut-sebut pernah menyatakan keraguannya atas surah al-Fatihah, al-Falaq, dan An-Nas sebagai bagian al-Quran, sama sekali merupakan tuduhan yang tidak memiliki dasar sama sekali.

Para Ulama Islam yang memiliki keilmuan yang teruji, seluruhnya membantah tuduhan tanpa bukti yang disematkan kepada Abdullah bin Mas'us ini. Fakhrudin ar-Razi, Abu Bakar Ibnul Arabi, an-Nawawi, Ibnu Hazm al-Andalusi, al-Baqillani dan ulama lain membantah tuduhan tersebut, dan tidak ada seorang pun yang dari umat Islam yang mempercayai pendapat tanpa dasar yang diberikan secara tidak benar terhadap sahabatnya Abdullah bin Mas'us ra itu. (Cairo : Dar al-Ma'arif, 1997, hal 97 dst)


"Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar." [2:111]



(sumber : Prof.Dr.Mahmoud Hamdi Zaqzouq, Guru Besar Universitas al-Azhar Mesir, Meraih gelar Ph.D dari Universitas Munchen Jerman, pada 1968, Wakil Rektor Universitas Al-Azhar pada tahun 1995, dan dari tahun 1996 menduduki jabatan Menteri Wakaf Republik Arab Mesir)
http://www.kaskus.us/showpost.php?p=248632659&postcount=8457

Tidak ada yang baru dalam al-Quran?

Al-Quran, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru

Sebagai tambahan atas tuduhan bahwa tidak ada yang baru di dalam al-Quran, faktanya al-Quran memuat informasi-informasi yang tidak terdapat dalam kitab-kita suci sebelumnya. Al-Quran memaparkan secara terperinci tentang kisah nabi Zakaria as, dan kelahiran Maryam yang berada di bawah asuhan Zakaria as. [3:35-37] Informasi mengenai Maryan sendiri banyak ditemui diberbagai tempat dan menjadi salah satu nama surah ke 19 dalam al-Quran. Suatu paparan informasi yang tidak ditemukan, bahkan dalam Perjanjian Baru sekali pun. Lalu dari manakah Muhammad saw mendapatkan informasi seperti itu kalau bukan dari Dia Yang maha Tahu, Allah swt.

Di dalam perjanjian Lama, Kitab Keluarab, disebutkan bahwa yang mengangkat Musa as sebagai anak adalah putri Firaun (Keluaran 2 : 5-7 atau Perjanjian Baru, Kisah Para Rasul 7 : 21). Ini berbeda dengan informasi di dalam al-Quran yang menyatakan bahwa istri Firaun lah yang sebenarnya mengadopsi Musa as., bukan putrinya. [28:9] Demikian pula dalam kitab yang sama disebutkan bahwa pembuat patung anak sapi yng disembah baniisrael adalah Harun as (keluaran 32:3,4 dan 35), berbeda dengan paradoksal yang tertera di Bible justru Harun adalah orang yang sangat mengecam penyembahaan patung itu. [20:85-88]

Jika benar al-Quran telah menukil dan menyadur apa yang terdapat di dalam Injil, alasan apa yang mebuatnya tidak menyadur konsep Trinitas yang merupakan prinsip paling fundamental dalam ajaran Kristen? Mengapa al-Quran sama sekali tidak mengambil prinsip-prinsip akidah Kristen seperti penyaliban, konsep keselamatan, dosa warisan, dan ketuhanan Almasih?

Nabi dalam pandangan Islam

Dalam pandangan al-Quran, para nabi utusan Allah adalah tipe ideal dari moralitas yang harus diteladani. Kedudukan mereka yang sangat luhur dalam pandangan al-Quran justru bertolak belakang dengan apa yang tersurat dalam Bible. Bible kerap mengaitkan berbagai perbuatan nista Nabi Luth as dengan kedua putrinya di dalam Bible (Kitab Kejadian 9 :20-21), Nabi Nuh (kejadian 9:20-21), Nabi Daud (2 Samuel 11:2-5 dan 2 Samuel 6 : 20), lalu bandingkan dengan apa yang terdapat di dalam al-Quran mengenai keteladanan dan kemuliaan Nabi Luth as pada surah al-Araf : 80 dan Al-Anbiya: 74.

Al-Quran saduran Kitab-Kitab Suci sebelumnya?

Jika benar al-Quran merupakan saduran kitab-kitab suci sebelumnya, akankah orang-orang yang hidup semasa Muhammad saw membiarkan hal itu? Dakwaan dan hujatan semacam ini merupakan sebentuk generalisasi yang tidak memiliki dasar. Di dalam al-Quran terdapat banyak aturan-aturan hukum dan ajaran-ajaran yang tidak ditemui dalam Kitab-kitab suci sebelumnya. Kitab-kitab suci sebelum al-Quran juga tidak menyebutkan rincian hal ihwal umat-umat terdahulu sebagaimana terdapat dalam al-Quran.

Demikian pula prediksi al-Quran tentang hal-hal yang akan terjadi (gaib) yang baru terjadi selang beberapa waktu kemudian. Sebagai contoh dalam hal ini adalah kisah peperangan antara Romawi dan Persia yang sebelumnya diberitakan oleh al-Quran, tidak diketahui oleh Muhammad saw dan kaumnya, juga oleh penganut agama-agama sebelumnya. (al-Quran surat ar-Rum : 1- 5, tafsir al-Quran oleh para ahli tafsir)

al-Quran adalah kitab suci yang seluruh ayatnya memiliki konsistensi dan keselarasan pada susunan kata, gaya bahasa, dan ajaran-ajaran yang dikandungnya. Jika benar al-Quran merupakan karya saduran yang bersumber dari kitab suci sebelumnya, maka keragaman sumber seperti itu meniscayakan terjadinya kontradiksi, inkonsistensi dan ketidakselarasan.

Ada pula yang mencurigai bahwa budaya Arab Jahiliyah sebagai salah satu sumber al-Quran, faktanya al-Quran justru menolak berbagai sistem keyakinan jahiliyah yang batil dan adat istiadat serta tradisinya yang buruk, dan menggantinya dengan akidah, adat yang baik juga tradisi yang santun.
http://www.kaskus.us/showpost.php?p=248627642&postcount=8452

Jumat, November 19, 2010

Al-Quran Wahyu Tuhan atau Karya Manusia?

Sejak dulu sampai sekarang para penentang Islam tidak pernah menyerah mengerahkan segala upaya mereka untuk meragukan keabsahan al-Quran dan kebenarannya sebagai wahyu Tuhan. Upaya ini sudah di mulai sejak kaum pagan Mekkah yang menentang al-Quran habis-habisan dengan mengatakan bahwa ia hanyalah "kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad dan dia dibantu oleh kaum yang lain." [25:4] Menuduh bahwa al-Quran tidak lebih dari, "Dongengan-dongengan orang-orang dahulu, dimintanya supaya dituliskan, maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang," [25:5]

Tetapi sayang nya, sikap kaum pagan Mekkah terhadap al-Quran ini ternyata diikuti oleh sejumlah orientalis yang sangat tendensius terhadap Islam yang ingin mengatakan bahwa al-Quran bukanlah wahyu Allah, melainkan karya Muhammad saw. Mereka kerap menyitir beberapa pernyataan kaum pagan dahulu yang sebenarnya telah dijawab oleh al-Quran sendiri.

Merupakan sebuah fakta bahwa Muhammad saw adalah seorang yang ummiy yang tak pandai membaca dan menulis. Karena itulah ia meminta beberapa sahabatnya untuk mencatat setiap wahyu al-Quran yang diturunkan kepadanya. Jika demikian bagaimana mungkin seorang yang ummiy dapat mempelajari kitab-kitab suci agama lain. Pernyataan seperti itu merupakan tuduhan yang tidak didukung fakta dan argumentasi ilmiah.

Rasullulah menyampaikan dakwah di Mekkah selama kurang lebih 13 tahun. Dalam waktu tersebut, tidak ditemukan bukti sejarah bahwa Muhammad saw pernah melakukan kontak dengan orang-orang Yahudi.

Peran seorang pendeta

Adapun pertemuannya dengan pendeta Kristen Bahira, mereka mencoba mendramatisir kisah pertemuan tersebut. Pertemuan itu terjadi di sela-sela perjalanan Muhammad saw ke negri Syam dalam rangka menemani kafilah dagang pamannya, Abu Thalib. Saat itu, usia Nabi sekitar 9 - 12 tahun. Apakah masuk akal seorang anak kecil dengan usia seperti itu di sela-sela pertemuan singkat yang berlangsung dalam hitungan menit mampu memahami ajaran sebuah agama secara sempurna? Adakah alasan mengapa Bahira menjatuhkan pilihan kepada Muhammad kecil ini untuk menerima ajaran Kristen, sementara ada banyak orang yang ikut dalam kafilah dagang Abu Thalib? Mengapa Muhammad harus menunggu 30 tahun lamanya setelah pertemuan tersebut kemudian memproklamirkan risalah islam yang diterimanya pada usia 40 tahun?

Sungguh kisah pertemuan Bahira dan Muhammad saw yang didramatisir tersebut sama sekali tidak masuk akal dan a-historis. Sehingga tidak aneh jika ada orientalis sendiri yang meragukan keabsahan peran Bahira yang dianggap mengajarkan isi kitab-kitab terdahulu kepada Muhammad.

Dalam kata-kata orientalis Huart, "Berbagai sumber-sumber tertulis Arab klasik yang ditemukan, diterbitkan dan dikaji yang menyebutkan tentang peran seorang pendeta asal Suriah (Syam), menunjukkan bahwa kisah tersebut tidak lebih dari potongan-potongan dongeng dan khayalan belaka." (M Abdullah Diraz, disertasinya dalam bahasa Perancis di Universitas Paris, 1947)

Fakta ilmiah

Dalam kitab suci al-Quran terkandung fakta-fakta ilmiah yang baru bisa dibuktikan kebenarannya oleh sains modern. (Maurice Bucaille, Kairo, 1978) Beberapa contoh a;-Quran telah mengisyaratkan tentang fase-fase perkembangan janin di perut ibu, atau fakta-fakta ilmiah menakjubkan lainnya mengenai bumi, matahari, bintang, angin, hujan dan sebagainya. Lalu dari mana Muhammad mendapatkan semua itu?

Tak seorang pun mengatakan bahwa Muhammad saw menyadurnya dari sumber-sumber Yahudi dan Kristen yang memang tidak menyinggung fakta-fakta ilmiah seperti halnya al-Quran atau mungkinkah Muhammad yang ummiy mendapatkan sendiri temuan-temuan ilmiah tersebut padahal beliau tidak mendapatkan pendidikan sedikit pun? Sudah amat jelas, bahwa al-Quran bukalah karya manusia.

http://www.kaskus.us/showpost.php?p=248626991&postcount=8451

Al-Quran Wahyu Tuhan atau Karya Manusia?

Sejak dulu sampai sekarang para penentang Islam tidak pernah menyerah mengerahkan segala upaya mereka untuk meragukan keabsahan al-Quran dan kebenarannya sebagai wahyu Tuhan. Upaya ini sudah di mulai sejak kaum pagan Mekkah yang menentang al-Quran habis-habisan dengan mengatakan bahwa ia hanyalah "kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad dan dia dibantu oleh kaum yang lain." [25:4] Menuduh bahwa al-Quran tidak lebih dari, "Dongengan-dongengan orang-orang dahulu, dimintanya supaya dituliskan, maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang," [25:5]

Tetapi sayang nya, sikap kaum pagan Mekkah terhadap al-Quran ini ternyata diikuti oleh sejumlah orientalis yang sangat tendensius terhadap Islam yang ingin mengatakan bahwa al-Quran bukanlah wahyu Allah, melainkan karya Muhammad saw. Mereka kerap menyitir beberapa pernyataan kaum pagan dahulu yang sebenarnya telah dijawab oleh al-Quran sendiri.

Merupakan sebuah fakta bahwa Muhammad saw adalah seorang yang ummiy yang tak pandai membaca dan menulis. Karena itulah ia meminta beberapa sahabatnya untuk mencatat setiap wahyu al-Quran yang diturunkan kepadanya. Jika demikian bagaimana mungkin seorang yang ummiy dapat mempelajari kitab-kitab suci agama lain. Pernyataan seperti itu merupakan tuduhan yang tidak didukung fakta dan argumentasi ilmiah.

Rasullulah menyampaikan dakwah di Mekkah selama kurang lebih 13 tahun. Dalam waktu tersebut, tidak ditemukan bukti sejarah bahwa Muhammad saw pernah melakukan kontak dengan orang-orang Yahudi.

Peran seorang pendeta

Adapun pertemuannya dengan pendeta Kristen Bahira, mereka mencoba mendramatisir kisah pertemuan tersebut. Pertemuan itu terjadi di sela-sela perjalanan Muhammad saw ke negri Syam dalam rangka menemani kafilah dagang pamannya, Abu Thalib. Saat itu, usia Nabi sekitar 9 - 12 tahun. Apakah masuk akal seorang anak kecil dengan usia seperti itu di sela-sela pertemuan singkat yang berlangsung dalam hitungan menit mampu memahami ajaran sebuah agama secara sempurna? Adakah alasan mengapa Bahira menjatuhkan pilihan kepada Muhammad kecil ini untuk menerima ajaran Kristen, sementara ada banyak orang yang ikut dalam kafilah dagang Abu Thalib? Mengapa Muhammad harus menunggu 30 tahun lamanya setelah pertemuan tersebut kemudian memproklamirkan risalah islam yang diterimanya pada usia 40 tahun?

Sungguh kisah pertemuan Bahira dan Muhammad saw yang didramatisir tersebut sama sekali tidak masuk akal dan a-historis. Sehingga tidak aneh jika ada orientalis sendiri yang meragukan keabsahan peran Bahira yang dianggap mengajarkan isi kitab-kitab terdahulu kepada Muhammad.

Dalam kata-kata orientalis Huart, "Berbagai sumber-sumber tertulis Arab klasik yang ditemukan, diterbitkan dan dikaji yang menyebutkan tentang peran seorang pendeta asal Suriah (Syam), menunjukkan bahwa kisah tersebut tidak lebih dari potongan-potongan dongeng dan khayalan belaka." (M Abdullah Diraz, disertasinya dalam bahasa Perancis di Universitas Paris, 1947)

Fakta ilmiah

Dalam kitab suci al-Quran terkandung fakta-fakta ilmiah yang baru bisa dibuktikan kebenarannya oleh sains modern. (Maurice Bucaille, Kairo, 1978) Beberapa contoh a;-Quran telah mengisyaratkan tentang fase-fase perkembangan janin di perut ibu, atau fakta-fakta ilmiah menakjubkan lainnya mengenai bumi, matahari, bintang, angin, hujan dan sebagainya. Lalu dari mana Muhammad mendapatkan semua itu?

Tak seorang pun mengatakan bahwa Muhammad saw menyadurnya dari sumber-sumber Yahudi dan Kristen yang memang tidak menyinggung fakta-fakta ilmiah seperti halnya al-Quran atau mungkinkah Muhammad yang ummiy mendapatkan sendiri temuan-temuan ilmiah tersebut padahal beliau tidak mendapatkan pendidikan sedikit pun? Sudah amat jelas, bahwa al-Quran bukalah karya manusia.

Minggu, Agustus 29, 2010

Mengapa ketika BErsin Umat Muslim Memuji Tuhan Mereka?

Pertanyaan :
Mengapa Umat Muslim Apabila Bersin mengucapkan Alhamdulillah atau memuji Allah SWT?


Jawaban...
Umat Muslim mengaucapkan Alhamdulillah sewaktu bersin karena
1. HAdis dari Nabi MUhammad SAW
Rasulullah bersabda:

عن أبي هريرة رضي الله تعالى عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: (( إن الله يحب العطاس ويكره التثاؤب، فإذا عطس فحمد الله فحق على كل مسلم سمعه أن يشمته، وأما التثاؤب فإنما هو من الشيطان فليرده ما استطاع، فإذا قال: ها، ضحك منه الشيطان )) صحيح البخاري في الأدب 6223

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ta’alaa anhu, Rasulullah bersabda, “Sungguh Allah mencintai orang yang bersin dan membenci orang yang menguap, maka jika kalian bersin maka pujilah Allah, maka setiap orang yang mendengar pujian itu untuk menjawabnya; adapun menguap, maka itu dari syaitan, maka lawanlah itu sekuat tenagamu. Dan apabil seseorang menguap dan terdengar bunyi: Aaaa, maka syaitan pun tertawa karenanya”.
Shahih Bukhari, 6223.

2. Jantung berhenti berdetak saat kita bersin.

Beberapa mahasiswa dari sebuah universitas di Amerika membuat penelitian tentang bersin ini. Mereka ingin tau kenapa manusia bersyukur dan saling mendoakan pada saat bersin. Dari hasil penelitian, ternyata pada saat bersin jantung manusia berhenti berdetak NOL KOMA SEKIAN DETIK. Dan kita tau kalau jantung merupakan organ vital bagi manusia, maka dari itu hendaknya ketika kita bersin mengucap "Alhamdulillah" (segala puji bagi Allah) sebagai wujud syukur kita kepada Allah SWT. Sedangkan orang yang mendengarnya mendo'akan "yarhamukallooh" (semoga Allah merahmatimu), sedangkan orang yg bersin membalas doa'nya "yahdiikumullooh wayushlih baalakum" (semoga Allah memberi petunjuk kepadamu dan memperbaiki keadaanmu).

sumber gan
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5138172

Minggu, Agustus 22, 2010

Marhaban Ya Ramadhan



Semoga Amal Ibadah kita diterima disisinya. amin ya Robbal alamin

Senin, Maret 16, 2009

KIsah Pengangkatan Isa as

KISAH PENGANGKATAN ISA AS KELANGIT DALAM LINDUNGAN ALLAH SWT DAN PENJELASAN TENTANG KEBOHONGAN KAUM YAHUDI DAN NASRANI IHWAL PENYALIBAN ISA AS.

Allah SWT menerangkan kepada kita bahwasanya Dia telah mengangkat Isa AS, setelah membuatnya terlelap dalam tidur, sebagaimana diterangkan dalam Hadist shahih, serta menyelamatkannya dari kejaran orang Yahudi, yang telah menjelek-jelekkan namanya kepada raja dimasa itu.



Hasan BAsri dan Muhammad bin Ishaq berkata : Orang yang telah ditunjuk untuk membunuh dan menyalib Isa AS adalah Daud bin Nora. Akhirnya mereka telah bersepakat untuk mengepung nabi Isa AS dalam sebuah rumah dekat Baitul MAqdis pada saat waktu Isya malam Sabtu. Ketika mereka masuk kedalam rumah tersebut, Allah SWT menyerupakan wajah salah seorang dari mereka yang hadir pada saat itu dengan wajah Isa AS, sementara ia sendiri telah diangkat melalui lubang angin yang ada di rumah itu dan orang-orang hanya dapat menyaksikannya saja.

Tak lama kemudian polisi kerajaan masuk ke dalam rumah itu dan melihat pemuda yang wajahnya telah diserupakan mirip dengan wajah nabi Isa AS. Tanpa membuang-buang waktu lagi, mereka menangkapnya dengan dugaan bahwa pemuda itu adalah nabi Isa AS yang sesungguhnya. Lalu mereka menyalibnya di atas sebilah kayu dan meletakkan duri-duri di kepalanya sebagai penghinaan terhadap dirinya. Disinilah peran licik orang Yahudi mulai bermain, yaitu dengan cara mengabarkan kepada orang-orang NAsrani yang tidak mengetahui peristiwa itu dengan sebenar-benarnya, bahwa nabi Isa AS telah tersalib. Akhirnya mereka telah menjadi sesat dan menyimpang dari ajaran agamanya, karena mereka meyakini bahwa nabi mereka, Isa AS , benar-benar telah disalib pada sebilah papan kayu.

Firman Allah SWT :
“ tidak ada seorangpun dari ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa AS ) sebelum kematiannya “( An-Nisa : 159)

Maksud ayat ini adalah bahwa setiap orang Yahudi dan NAsrani akan beriman kepada nabi Isa AS sebelum wafatnya, yaitu setelah turun dari langit menuju ke bumi pada akhir masa sebelum hari kimat, bahwa ia adalah rasul Allah SWT dan bukan anak Allah SWT. Ia turun ke bumi untuk membunuh babi , mematahkan salib, dan menghapus upeti serta tidak menerima kecuali agama Islam.

Ada sebuah kisah dalam hadsit nabi berkenaan dengan pengangkatan Isa AS : Ibnu Hatim berkata ketika Allah SWT akan mengangkat Isa AS ke langit, beliau keluar untuk menemui para pengikutnya yang berjumlah 12 orang. Kemudian beliau berkata kepada mereka, “Ada diantara kalian yang akan kufur kepadaku dua belas kali setelah sebelumnya ia telah beriman kepadaku. Maka adakah diantara kalian yang bersedia wajahnya diserupakan dengan wajahku, untuk dijadikan sebagai penggantiku hingga ia akan sama derajatnya denganku nanti.” Tak lama kemudian seorang lelaki yang paling muda duduk diantara mereka berdiri dan berkata, “ Duduk” Kemuian beliau mengulangi perkataannya sekali lagi kepada mereka, maka pemuda itu tetap bangun dan berkata,” aku bersedia,” Akhirnya beliau berkata, “ Baiklah, kamu yang akan melakukan hal itu. “ Akhirnya pemuda tersebut diserupakan wajahnya dengan wajah Nabi Isa AS sementara itu beliau diangkat ke atas langit melalui lubang angin di rumah tersebut.

Ibnu Hatim berkata, Maka tak lama kemudian orang Yahudi datang dan menangkap pemuda tersebut, lalu membunuh dan menyalibnya pada sebilah papan kayu. Akhirnya dua belas pengikut setianya, yang dulu beriman dan sekarang menjadi kafir karenanya, terpisah menjadi tiga kelompok; Kelompok pertama berpendapat, dulu Tuhan bersama kami, kemudia ia telah naik keatas langit. Mereka adalah kelompok Ya’ qubiyyah. Kelompok yang kedua berpendapat, dulu anak tuhan bersama kami , akan tetapi sekarang tuhan telah mengangkatnya ke langit. Mereka itulah kelompok Nasturriyah. Kelompok yang ketiga berpendapat, dulu hamba dan rasul Tuhan bersama kami, akan tetapi sekarang Allah SWT telah mengangkatnya ke atas langit. Mereka itulah kelompok Muslim. Kemudian setelah itu kedua kelompok yang kafir, yaitu Ya ‘qubiyyah dan Nasturriyah, terus menerus berkonspirasi untuk menyerang dan mengahncurkan kelompok orang yang beriman, hingga pada akhirnya Allah SWT mengutus Muhammad SAW.

Demikianlah sanad yang shahih kepada Ibnu Abbas menurut syarat imam Muslim. Sementara itu Imam Nasai meriwayatkan dari Abu Kuraib, Abu KUraib menerimanya dari Abu Mu ‘awiyyah sama seperti cerita diatas. Dan Ibnu Jarir meriwayatkan nya dari Muslim bin JAnadah, Muslim bin Janadah menerimanya dari Abu Mua’ wiyah.

Ada beberapa ulama salaf yang menyebutkan hal itu secara mendetil, diantaranya adalah Muhammad bin Ishaq bin Yasar…
Ia berkata, Nabi Isa AS selalu berdoa dan memohon kepada Allah SWT agar dipanjangkan umurnya, agar beliau dapat menyampaikan risalahnya dan menyempurnakan da ‘wahnya hingga akhirnya banyak manusia yang masuk kedalam Agama Allah SWT. Sebagian ulama berpendapat bahwa nabi Isa AS mempunyai dua belas orang pengikut laki-laku yang setia kepadanya, mereka itu adalah : Petrus, Ya ‘kub bin Zabda, Yohanes adik Ya’kub, Andreas, Philipus, Abartalama, Mata, Thomas, Ya ‘kub bin Halqia, Tadeus, Fatatiya, Yudas Iskariot, dan orang terakhir inilah yang memberitahukan orang Yahudi kepada Nabi Isa AS.

Ibnu Ishak berkata, “ Diantara para pengikut Isa AS ada seorang lelaki lain bernama Sargas yang sengaja disembunyikan oleh orang NAsrani dan dialah orang yang diserupakan wajahnya dengan wajah Isa AS, hingga akhirnya ia disalib.”
Ada juga yangmengatakan sebagian orang NAsrani menduga bahwa yang diserupakan wajahnya dan disalib adalah Yudas Eskariot. Wallahu ‘alam.

Jumlah sahabat Nabi Isa AS adalah 12 orang, namun jumlah ini ditolak oleh kaum Nasran, karena kaum Nasrani tidak mengakui adanya orang yang dimiripkan dengan Isa AS. Ibnu Ishak berkata, “ Saya tidak tahu apakah Sargas itu termasuk yang 12 orang atau 13 orang, “ Yudaslah yang dibunuh dan dijadikan mirip Isa AS bagi kaum Yahudi. Orang-orang Yahudi yang membunuh Yudas tidak mengetahui rupa Isa AS sehingga mereka meberi Yudas Iskariot 30 keping uang perak agar ia mau memberitahu cirri-ciri Isa AS.

Yudas berkata kepada kaum Yahudi, “ Jika kalian masuk ke tempatnya, maka saya akan menciumnya. Orang yang saya ciumlah yang harus kalian tangkap.”

Ketika orang-orang Yahudi masuk, Isa AS telah diangkat kelangit, dan Sargas tampak seperti Isa AS, maka tidak diragukan lagi bahwa ia adalah Isa AS. Kemudia Yudas mendesak dan mencium Sargas yang ia kira sebagai Isa AS As. Lalu orang-orang Yahudi menangkap dan menyalibnya. Kemudian Yudas Iskariot menyesali perbuatannya, lalu ia gantung diri dengan tambang. Yudas dilaknat oleh kaum Nasrani. Sebagian kaum NAsrani berpandangan bahwa Yudas Iskariotlah yang diserupakan dengan Isa AS seperti pandangan kaum Yahudi yang kemudian disalib.

Yudas berkata “ Bukankah aku teman kalian dan akulah yan menunjukkan Isa AS kepda kalian”
Dengan demikian, hanya Allah SWT yang tahu siapakah yang telah diserupakan dengan Isa AS.
Demikianlah, Isa AS telah diangkat kelangit dalam keadaan hidup.

Ibnu Jariri berkata : Pada suatu ketika nabi Isa AS dan para pengikutnya sedang berkumpul disebuah tumah. Tiba-tiba datang sekelompok orang yang mengepung rumah tersebut dan masku kedalamnya. Sesampainya didalam, mereka mendapatkan semua wajah para pengikut nabi Isa AS telah diserupakan oleh Allah SWT dengan nabi Isa AS. Lalu mereka berseru “ APakah kalian menyihir kami. Cepat tunjukkan kepada kami siapakah diantara kalian yang memang benar , kalau tidak, kami akan membunuh kalian semua.” Namun tidak ada seorangpun yang mau menunjukkan kepada mereka, hingga akhirnya nabi Isa AS berkata, “ Adakah diantara kalia yang rela membeli dirinya untuk hari kiamat kelak?” Seorang pria muda berkata, “ Aku siap itu. “ Kemudian ia, yang wajahnya telah diserupakan seperti wajah nabi Isa AS, keluar untuk menemui mereka. Akhirnya ia ditangkap oleh sekelompok orang tersebut, lalu dibunuh dan disalib pada sebilah papan kayu. Dengan demikian mereka menduga, bahwa mereka telah berhasil membunuh Isa AS. Kaum Nasranipun mengira bahwa yang dibunuhnya adalah memang benar-benar Isa AS, padahal yang sesungguhny, pada saat itu pula, Allah SWT telah mengangkatnya ke langit.

Al hafidz bin Asakir telah bercerita tentang kisah penyaliban dari Yahya bin Habib, bahwa Maryam ingin berziarah ke makam Isa AS.kemudian ia mengajak ibunya Yahya AS untuk menyertainya, “ Maukah kamu menemaniku ke makam Isa AS ?”tanyanya. akhirnya keduanya berangkat menuju makam Isa AS.

Ketika mereka berdua mendekati makam tersebut, tiba-tiba Maryam berkata berkata kepada ibu Yahya AS, “ Sebaiknya kita bersembunyi terlebih dahulu” (pen- karena Maryam melihat ada seorang lelaki)

Dengan penuh keheranan ibu kandung Yahya bertanya : “ Kenapa kita harus bersembunyi, bukankah tidak ada orang lain selain kita berdua?”

Akhirnya Maryam tahu bahwa laki-laki itu adalah malaikat Jibril. Sementara itu Maryam dan ibu kandung Yahya AS pergi mendekati makam itu, lalu Jibril bertanya kepadanya “Hai Maryam, apa yang akan kamu lakukan?”

Maryam menjawab, “ Aku ingin menziarahi makam anakku, Isa AS Al-Masih.”

Jibril berkata, “ Hai Maryam, ketahuilah oleh mu bahwa ini bukanlah makamnya Isa AS Karena Allah SWT telah mengangkatnya ke langit dan mensucikannya dari orang-orang kafir. Sedangkan oranglelaki yang dibunuh dan disalib tiu hanya wajahnya saja yang diserupakan dengan wajah Isa AS. Kalau kamu ingin mengetahui bukti, carilah sebuah keluarga yang salah satu anggota keluarganya hilang dan belum kembali. Mereka selalu saja menangis karena mereka tidak tahu apa yang telah terjadi dengannya. Kalau kamu ingin bertemu Isa AS, anakmu itu, maka datanglah kesebuah hutan pada hari ini dan ini”

Lalu Maryam pergi menemui ibu kandung Yahyadan menceritakan tentang apa yang diberitakan Jibril kepadanya. Hingga pada hari yang ditentukan, Maryam pergi ke hutan yang telah disebutkan Jibril dan bertemu dengan Isa AS, anaknya itu.

Ketika Isa AS melihat kedatangan ibunya tersebut, ia pun menyambutnya dengan penuh sukacita dan dicium kening ibunya seraya berkata “ Wahai ibunda, sebenarnya orang-orang itu tidak membunuhku, akan tetapi Allah SWT telah mengangkatku ke langit dan mengizinkan untuk bertemu dengamg.wahai ibuku…. Bersabar dan berdzikirlah selalu kepada Allah SWT, karena sesungguhnya sebentar lagi kematian itu akan menjemputmu. “ Kemudian Isa AS naik ke langit sedangkan MAryam tidak pernah lagi bertemu dengannya, setelah pertemuan itu sampai ajal menjemputnya.

Al-Hafidz bin Asakir berkata, “ Yang aku ketahui mengenai kisah setelah itu adalah bahwa Maryam tetap hidup selama lima tahun setelah pertemuan terakhirnya dengan Isa AS di hutan itu dan meninggal pada usia 53 tahun”

Hasan Basri berkata, Umur Nabi Isa AS ketika diangkat oleh Allah SWT kelangit adalah tiga puluh empat tahun. Dalam sebuah hadist nabi disebutkan “ Para penduduk surga kelihatan masih mud, enerjik dan berusia antara tiga puluh tiga tahun.” Ada juga yang berpendapat 40 tahun. Wallahu ‘alam….

Disebutkan juga dalam hadist yang lain, “ Kondisi para penhuni serga seumur dengan nabi Isa AS dan setampan nabi Yusuf AS.”

Adh Shahhak meriwayatkan sebuah hadist dari Ibnu Abbas bahwasanya Isa AS didatangi awan putih ketika ia akan diangkat ke langit, hingga mendekat kepadanya dan akhirnya ia duduk di atas awan putih tersebut. Tak lama kemudian Maryam menghampirinya seraya mengucapkan kata” Selamat Jalan, hai anakku” dan menangis. Sebelum diangkat ke atas laingit, Isa AS melemparkan kainnya kepada ibunya dan berkata, “ Wahai ibuku, ini kainku sebagai tanda mata antara aku dan kamu pada hari kiamat kelak” Lalu ia lemparkan sorbannya kepada sahabatnya, Syam’un. Ibunya terus melambaikan tangannya kepadanya hingga ia menghilang dari pandangan matanya.

Ishak bin basyar menceritakan sebuah kisah yang ia terima dari Mujahid bin Jubaer bahwasanya ketiak orang-orang Yahudi menyalib orang laki2 yang wajahnya telah diserupakan dengan Isa AS, sedangkan mereka dan mayoritas kaum Nasrani kala itu menduga bahwa ia memang benar-benar Isa AS, disamping itu mereka jug amnyiksa dan menganiaya para pengikut setianya, sampailah kabar tersebut kepada penguasa Romawi yang pada saat itu berasa di Damaskus.kemudian sang raja mendengar bahwa orang2 Yahudi telah mengejar dan menangkap para pengikut seorang lelaki yang mengaku sebagai utusan Tuhan yang mana ia dapat menghidupkan orang mati, menyembuhkan penyakit lepra dan kusta, serta dapatmembuat hal-hal lian yang menakjubkan, maka ia mengirim beberapa tentaranya untk membawa para pengikutnya ke istana raja, diantara mereka adalah : Yahya bin Zakaria dan Syam ‘un.

Sesampainya mereka di istana kerajaan, penguasa Romawi tersebut bertanya kepad amereka tentang perihal Isa AS. Lalu mereka menerangkan kepadanya tentang misi dan da ‘wah Isa AS kepada Bani Israil. Mendengar keterangan tentang Isa AS tersebut, sang raja nampak kagum dan terpesona, hingga khirnya ia berbaita kepada mereka untuk memeluk agama nabi Isa AS. Dengan masuknya seorang penguasa Romawi ke dalam agama Isa AS, maka mulai saat itu naik pamorlah agama dan kaum NAsrani.

Kemudian sang raja menitahkan kepadap ara pengawalnya untuk membawapalang aku –tempat yang diserupak Isa AS – ke istananya di kota Damaskus untuk dijadikan sesuatu yang pantas diagungkan. Maka sejak saat itulah kaum Nasrani mulai memuliakan dan mengagungkan salib tersebut. Dan dari sinilah agama Nasrani masuk ke kerajaan Romawi.
Dalam masalah ini ada beberapa teori :
1. Yahya bin Zakaria tidak mengakui bahwa orang lelaki yang disalib itu Isa AS karena ia ma’shum dapat mengetahui mana yang benar
2. orang2 Romawi belum memeluk agama NAsrani kecuali tiga ratus tahun setelah masehi, yaitu pada masa Kistantin bin Kostin, yangmendirikan kota Konstatinopel.
3. setelah membunuh dan menyalib orang lelaki itu, orang2 Yahudi membuang dan melemparkannya beserta dengankayu palangnya ke suatu tempat pembuangan sampah dan berbagai macam kotoran lainnya. Hingga pada akhirnya dim as Kistantin, ratu Hailanah Al HUranniyah Al Funduqoniyyah, ibu raja Kistantin, memerintahkan para pengawalnya untuk mengeluarkan mayat lelaki yang disalib itu –karena ia berkeyakinan bahwa lelaki itu adalah Al-Masih- dari tumpukan sampah dan berbagai macam kotoran lainnya. Kemudian mereka membersihkan sampah itu untuk menemukan jasad lelaki yang disalib tersebut.

Pada akhirnya mereka menemukan palang kayu tempat dimana lelaki tersebut disalib. Anehnya, menurut cerita, mayat lelaki tersebut tidak mengeluarkan bau busuk sama sekali. Hanya Allah SWT yang maha tahu apakah memang benar atau tidak?. Atau mungkin saja Karena orang lelaki ini adalah orang sholih sehingga jasadnya tidak dapat membusuk atau mungkin sebgai ujian bagi kaum Nasrani pada masa itu hingga khirnya mereka mengagungkan dan memuliakan palang kayu tersebut sertamenghiasi dengan berbagai macam emas dan perhiasan mahal lainnya. Dan dari sinilah awalnya, orang2 Nasrani mulai menjadikan salib-salib itu sesuatu yang dapat diambil berkah dan keramatnya.

Selain itu ratu Hailanah memerintahkan pula agar sampah dan kotoran-kotoran lainnya disingkirkan dari tempat itu dan sebgai gantinya didirikanlah sebuah gereja megah yang penuh berbagai hiasan dan gereja itukini sangat popular di kota YErussalem dengan sebutan gereja Qumamah (sampah) karena dahulu adalah tempat pembuangan sampah. Ada juga yang menamainya sebagai gereja Qiyamah (bangkit) dimana jasad Al-Masih bangkit kembali-setelah terkubur dalam tumpukan sampah.

Setelah ratu Hailanah memereintahkan para pengawalnya untuk memindahkan sampah dan kotoran lainnya ke batu karang (the rock) tempat di mana ada kiblatnya orang-orang Yahudi.

Baru pada masa Umar bin Khatthab membuka kota Yerussalem, beliau membersihkan sampah-sampah dan kotoran lainnya dari batu karang tersebut. Kemudian setelah itu beliau bangun sebuah masjid, dibelakang batu karang tersebut, pada tempat dimana rasulullah pernah melakukan shalat bersama para nabi lainnya, dan dikenal hingga saat kini dengan nama masjid Umar bin Khaththab.

Tiga ratus tahun setelah diangkatnya Isa AS ke atas langit, para PAtriak, uskup agung, pemimpin gereja, pendeta berselidih pendapat entang Isa AS yang tidak mungkin diselesaikan antar mereka. Akhirnya merek aberkumpul-mereka itulah yang dikenal sebagai rapat para pemimpin agama Kristen / Nasrani (Sinode) yang pertama- dan meminta saran kepada kaisar Konstantin, untuk membantu mereka dalam memutuskan masalah ini. Tanpa diduga sebelumnya oleh mereka, bahwa akhirnya kaisar Konstantin memutuskan bahwa ia berpihak kepadapendapat yang mayoritas pendukungnya, dan ternyata pendapat yang mengatakan bahwa Isa AS itu uthn dan anak tuhan yang mayoritas.

Namun dari sekian banyak pengikut Isa AS yang menyimpang dan menyeleweng dari ajaran nabinya, ada satu kelompok dibawah kepemimpinan Abdullah bin Arbus yang tetap mendeklarasaikan dan bertanggung jawab, bahwa Isa AS itu adalah hamba Allah SWT dan rasul Nya. Mereka hidup terisolasi di gurun-gurun, padang pasirm dan perkampungan sepi lainnya. Mereka mendirikan biara dan rumah ibadah, merasa puas dengan pola kehidupan asketisme dan tidak mau terlibat dengan kehidupan keberagaman kelompok-kelompok lain yang sesat dan menyesatkan.

Kaisar konstantin telah membangun kota Bethlehem tempat dimana Isa AS dilahirka, sedangkan ratu Hailana, ibu kaisar KOnstantin mendirikan gereja Qumamah diatas kuburan orang lrlaki yang disalib, yang diyakini sebagai Isa AS. Padahakikatnya mereka itui telah tersesat dari jala yang benar, mereka juga membuat undang2 yang bertentangan dengan hukum taurat.

Wallahu ‘alam

Sabtu, Februari 14, 2009

Allah dalam berbagai bahasa

Air disebut dengan berbagai nama dalam bahasa yang berbeda - Tuhan disebut dengan nama yang berbeda sebagai Allah, RAM atau YESUS

Pertanyaan:
Air disebut dengan nama yang berbeda di banyak bahasa: dalam bahasa Inggris sebagai water, dalam bahasa Hindi sebagai paani, bahasa Tamil sebagai tanni. Begitu juga dengan nama Tuhan disebut dengan Nama Allah, Ram, atau Yesus . Apakah itu sama atau berbeda?

Jawaban:

1. Kepunyaan Allah-lah nama-nama yang paling indah

Alquranul Karim mengatakan dalam Surah Isra bab 17 ayat 110

" Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik)... "
[Al-Qur'an 17:110]

Anda dapat memanggil Allah dengan nama apapun, namun harus nama yang indah, tidak sama dengan sifat manusia, dan harus memiliki kualitas yang hanya dimiliki Allah.

2. Air disebut dengan nama yang berbeda dalam bahasa yang berbeda, tetapi air dalam bahasa yang satu tidak dapat diartikan dengan air dalam bahasa yang lain.

Anda dapat menyebut air dengan berbagai nama dalam bahasa yang berbeda, seperti water dalam bahasa Inggris, paani dalam bahasa Hindi, tanni dalam bahasa Tamil, Mai dalam bahasa Arab, apah dalam bahasa Sanskerta, jal dalam bahasa Hindi Shudh, jal atau paani dalam bahasa Gujrati, pandi dalam bahasa Mimpi, Neer dalam bahasa Kanada , Neeru dalam bahasa Telugu, vellam dalam bahasa Malayalam, dll. Jika seseorang memberitahu saya bahwa temannya menasehati dia supaya dia meminum segelas paani setiap pagi, tetapi ia tidak bisa minum paani karena jika dia minum dia akan muntah. Selanjutnya dia mengatakan bahwa paani berbau busuk dan warnanya kekuning-kunigan. Kemudian saya menyadari bahwa apa yang dia maksudkan dengan paani bukan air tetapi urin (air kencing). Dengan demikian Anda dapat menyebut air dengan berbagai nama asal maksudnya sama namun anda tidak dapat menyamakan air dari bahasa satu ke bahasa yang lain seperti contoh paani dan air tadi.

Orang mungkin berpikir bahwa contoh tersebut adalah tidak realistis dan saya setuju dengan orang itu karena bahkan orang dungu pun mengetahui perbedaan antara air dan air kencing. Dia disebut bodoh jika jika menyebut urin(air kencing) dengan air. Demikian juga jika ada orang yang mengetahui konsep yang benar dari Allah, melihat orang menyembah tuhan palsu, dia secara alami heran bagaima orang tersebut tidak tahu antara tuhan yang asli dan tuhan yang palsu.

3. Kemurnian Emas tidak dibuktikan dengan nama yang berbeda dalam berbagai bahasa tetapi dengan menggosok nya dengan Batu Penguji.

Dengan cara yang sama, emas disebut dalam Sona bahasa Hindi, Gold dalam bahasa Inggris, dhahaba dalam bahasa Arab. Walaupun semua orang tahu berbagai nama untuk emas, jika seseorang ingin menjual emas kepada Anda dan ia mengatakan emas ini murni 24 karat, Anda tidak akan langsung percaya, tanpa memeriksanya ke tukang emas. Tukang emas itu membuktikan apakah itu emas atau bukan dengan bantuan sebuah Batu Penguji. Perhiasan yang kuning dan berkilau belum tentu emas karena tidak semua yang berkilau itu emas.

4. Surah Ikhlas adalah Batu Penguji untuk Tuhan.

Demikian pula, sesuatu yang disebut “Tuhan” tidak dapat diterima sebagai tuhan yang benar tanpa membuktikannya dengan Batu Penguji. Batu Penguji untuk Tuhan, disebutkan dalam Al Qur'an Surah Ikhlas ke 112 yang mengatakan:
`
" 001. Katakanlah: "Dia-lah Tuhan , Satu-satunya,

002. Tuhan yang benar-benar kekal.

003. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,

004. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia'''
[Al-Qur'an 112:1-4]

5. Setiap calon yang lulus dalam ujian ini dapat disebut Tuhan.

Setiap calon yang mengaku sebagai Tuhan dan harus cocok dengan 4 baris ayat diatas, sebagai ujian, berhak untuk dipanggil Tuhan dan disembah sebagai Tuhan.

Misalnya ada orang gila yang mengtakan bahwa Muhammad (SAW) adalah Tuhan, (Naudzubillah). Mari kita mengujinya dengan ujian dari Surah Al-Ikhlas

i. " Kul hu allah hu ahad " - Katakanlah Dia adalah Tuhan satu-satu nya;

Apakah Muhammad (SAW) satu-satunya (rasul)? Tidak! dia bukanlah satu-satunya rasul. Ada banyak rasul lainnya.

ii. "Allah hus Samad" - Allah yang Benar-Benar Kekal,;

Kita tahu bahwa Muhammad (SAW) telah mengalami banyak kesulitan. Walaupun ia adalah utusan Allah SWT yang Maha Kuasa, dia meninggal pada usia 63 tahun dan telah dimakamkan di Madinah.

iii. " Lam ya lid wa lam yulad " - Dia tidak dilahirkan dan tidak melahirkan ;

Kita tahu bahwa Muhammad SAW dilahirkan di Mekah dan orang tuanya adalah Aminah dan Abdullah. Dia bahkan memiliki beberapa anak yaitu Fatimah, Ibrahim (semoga Allah meridhai mereka), dll

iv. " Wa lam ya kullahu kufuwan ahad " - Dan tidak ada yang sama seperti Dia

Walaupun semua orang Muslim mencintai dan menghormati Nabi (SAW) dan disuruh untuk mengikuti setiap perintah-Nya, namun Anda tidak akan dapat menemukan satupun Muslim di seluruh dunia, yang pernah berkata bahwa Muhammad (SAW) adalah Tuhan. Islam adalah agama, "La illaha illallah Muhammadur Rasulullah", yang berarti bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad (SAW) adalah utusan Allah. Hal ini diulang lima kali sehari selama panggilan untuk sholat sehingga Muslim diingatkan setiap hari bahwa Muhammad SAW hanyalah seorang rasul dan hamba Allah, dan bukan lah Tuhan(Allah SWT).

6. Verifikasi Tuhan yang anda sembah.

Sekarang kami telah menjelaskan kepada anda bagaimana menggunakan batu penguji untuk Tuhan sudah menjadi tugas semua orang untuk memverifikasi dengan batu penguji ini, apakah mereka menyembah tuhan yang benar atau tuhan palsu.

Allah dalam kitab suci agama lain

Apakah Allah disebutkan dalam Kitab Suci lain?

Pertanyaan:

"Allah" adalah nama yang paling sesuai untuk “Tuhan” dalam Al Qur'an. Apakah nama Allah ini disebutkan dalam kitab agama lain selain Kitab Suci Al Qur'an?

Jawaban:

Hampir semua Kitab Suci agama besar di dunia mengandung kata "Allah" sebagai salah satu nama Tuhan.

a. Elohim, El, Elah, Alah

Dalam Alkitab, Allah sangat sering disebut sebagai 'Elohim' dalam bahasa Ibrani. Akhiran 'im' adalah jamak kehormatan dan Allah itu disebut sebagai 'El' atau 'Eloh', di dalam Injil bahasa Inggris dengan komentar, diedit oleh pendeta C.I. scofield. 'Elah' jika dieja tertulis 'Alah'. Perbedaan dalam ejaan hanya satu huruf 'L'. Muslim mengeja “Allah SWT” sebagai 'Allah' sementara Pendeta mengejanya sebagai “Alah” dan diucapkan sebagai 'Elah'. Muslim mengucapkan sebagai Allah. Bahasa Ibrani dan bahasa Arab adalah berdekatan (bahasa saudara)karena itu Muslim mengucapkan nya 'Allah' dan bukan dengan pengucapan 'Elah'.

Ketika saya sekolah, saya diajarkan 'D- O' dibaca “du” , 'T-O' dibaca “tu”. Tapi 'G- O' dibaca “go” bukan 'Gu'. 'N-U-T' dibaca “nat” , 'C-U-T' dibaca “kat” ; 'B-U-T' dibaca “bat” , apa bacaan 'P- U- T'? Tidak 'pat' tetapi adalah 'put'. Jika Anda bertanya "Mengapa?" Jawabannya adalah "Karena itu adalah bahasa mereka". Jika saya ingin lulus saya harus membaca 'P- U-T' dengan membaca “put” bukan “pat”. Demikian pula pengucapan yang tepat untuk A-L-L-A-H, adalah Allah.

b. Yesus (AS) berseru kepada Allah ketika ia disalib

Disebutkan di Perjanjian Baru dalam Injil Matius, bab 27 ayat 46 dan juga Injil Markus, bab 15 ayat 34 ketika Yesus (AS) telah disalib.

Yesus berseru dengan suara nyaring berkata "E'-Li, E'-li' La-ma sa-bach'-tha-ni?" yang mengatakan, “Allahku, Allahku mengapa Engkau meninggalkan Aku? "Apakah ini suara seperti “Yehuwa! Yehuwa! mengapa kamu telah meninggalkan saya?” Apakah suara seperti “Bapa, Bapa?” Jawabannya adalah 'Tidak'.Bahasa Ibrani dan Bahasa Arab adalah bahasa yang berdekatan(bahasa saudara, seperti Indonesia dan Malaysia) dan jika Anda menerjemahkan "E'-Li, E'-li' La-ma sa-bach'-Tha-ni" dalam Bahasa Arab itu adalah 'Allah Allah lama tarak Tani' tidakkah itu serupa?
Pernyataan Yesus (AS) ini, " E'-Li, E'-li' La-ma sa-bach'-Tha-ni " adalah dipertahankan dalam bahasa Ibrani yang asli dalam setiap terjemahan yang tersedia lebih dari 2000 bahasa yang berbeda di dunia dan di setiap terjemahan itu, nama "Allah" ada.

2. "Allah" dalam Agama Sikh
Salah satu nama yang disebut Tuan Gurunanak berhubungan dengan Tuhan adalah "Allah".

3a. "Allah" dalam Kitab Rigveda 2 Hymne I ayat II

Bahkan di Kitab Rigveda adalah sebagian besar isi kitab suci dalam agama Hindu, salah satu atribut yang diberikan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dalam Kitab nomor 2 Hymne no I ayat II, adalah 'Ila' yang jika diucapkan adalah sama dengan ucapan kata “Allah”.

3b. Allo Upanishad:

Di antara berbagai Upanishad salah satu Upanishad namanya sebagai 'Allo' ,Upanishad ini merujuk kepada "Allah" disebutkan beberapa kali.

KAta Kabar dalam azhan

Mengambil Nama Kaisar Akbar dalam adzan

Pertanyaan:

Mengapa Muslim mengambil nama Kaisar Akbar saat memanggil orang untuk sholat?

Jawaban:


1. Non muslim keliru nama Kaisar Akbar diambil saat Adzhan.

Suatu waktu, ketika saya menghadiri konferensi di Kerala, menteri non-Muslim berkata sebelum saya berpidato . Ia berbicara tentang prestasi Muslim India dan peran mereka dalam kemajuan India. Dia mengatakan di antara raja-raja India, yang terbesar adalah Kaisar Akbar. Tidak heran Muslim mengambil nama Akbar ini dan mengumandangkannya lima kali sehari, saat adzhan. Dalam pidato saya, saya sampaikan bahwa ini adalah salah paham.

2. Kata 'Akbar' saat Adzhan tidak ada hubungannya dengan Kaisar Akbar

Kata 'Akbar' disebutkan dalam Adzhan yang dikumandangkan untuk memanggil Muslim sholat tidak ada hubungan dengan Kaisar Akbar dari India.Kata Akbar dalam Adzhan telah digunakan berabad-abad sebelum kelahiran Kaisar Akbar.

3. 'Akbar' berarti ' Besar'

Kata bahasa Arab kata 'Akbar' berarti 'besar'. Ketika kami berkata 'Allahu Akbar' dalam Adzhan kami menyatakan bahwa 'Allah itu Besar' atau 'Allah Maha Besar' dan memanggil orang-orang untuk menyembah satu-satunya Allah yang Maha Besar.

ISlam agama Terbaik

Hindu bukanlah agama yang tertua dan terbaik
Pertanyaan
Hindu adalah agama tertua dari semua agama jadi agama Hindu paling murni, asli dan terbaik dari semua agama di dunia.

Jawaban:


1. Islam adalah agama tertua

Hindu bukanlah agama tertua dari semua agama. Islam Adalah agama yang pertama dan tertua dari semua agama. Orang memiliki kesalahpahaman bahwa Islam muncul 1.400 tahun yang lalu dan Nabi Muhammad (SAW) adalah pendiri agama ini. Islam sudah ada sejak jaman dahulu, sejak manusia pertama menginjakkan kaki di bumi ini. Nabi Muhammad (SAW) bukanlah pendiri Islam. Dia adalah Rasul terakhir dan Penutup yang diutus oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

2. Agama Tertua belum tentu agama yang paling murni dan paling otentik

Sebuah agama tidak dapat dinyatakan paling murni dan asli, hanya pada kriteria Agama Tertua. Hal ini mirip dengan seseorang yang mengatakan bahwa ia telah menyimpan segelas air di gelas yang terbuka(tanpa tutup), di rumahnya, di luar kulkas, selama tiga bulan , air itu lebih suci daripada air yang baru saja dituangkan dalam gelas bersih, dan air ini baru saja di suci kan(disterilkan) .

3. Agama Terakhir atau Terbaru belum tentu agama yang paling murni dan otentik

Di sisi lain sebuah agama tidak dapat dinyatakan paling murni atau suci, hanya pada kriteria bahwa agama tersebut baru atau terbaru. Sebotol air mineral yang masih disegel, dikemas dan disimpan di kulkas selama tiga bulan adalah jauh lebih bersih dibandingkan dengan air segar yang dikumpulkan dari laut.

4. Agama yang murni dan asli, seharusnya tidak memiliki Penyisipan, perubahan dan revisi dalam Kitab Suci yang diwahyukan oleh Tuhan

Untuk setiap agama yang mengaku murni dan asli, Kitab Suci agama tersebut tidak boleh mengandung penyisipan, penambahan, penghapusan atau revisi apapun. Lebih dari itu, sumber inspirasi agama secara langsung adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. Alquran adalah satu-satunya Kitab Suci di muka bumi yang telah terpelihara dalam bentuk aslinya. Semua Kitab Suci agama lain, telah mengalami Penyisipan, penambahan, penghapusan atau revisi. Alquran telah di kenal oleh banyak orang, utuh dalam bentuk aslinya sesuai dengan wahyu Allah, dan sekarang ada ratusan ribu orang yang telah menghafalnya dalam otak mereka. Dan , jika Anda ingin membandingkan dengan salinan yang dibuat oleh Khalifah Usman bin Affan dari teks Alquran asli , sekarang dapat dilihat di museum Tashkent dan di museum Koptaki di Turki, salinan ini adalah sama seperti yang kita miliki saat ini.

Allah (swt) menjanjikan dalam Al Qur'an, dalam Surah Al Hijr, ke 15 ayat 9

" Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.."

5. Agama Tertua belum tentu Agama Terbaik

Sebuah agama tidak dapat dinyatakan sebagai agama terbaik hanya pada kriteria bahwa agama tersebut tertua. Hal ini mirip dengan seseorang yang berkata, bahwa mobil yang diproduksi abad 19 (1801-1900) lebih baik dari mobil Toyota diproduksi pada tahun 1998, karena lebih tua. Dia akan dianggap bodoh untuk mengatakan bahwa mobil abad ke-19 untuk starter memerlukan tangkai yang dimasukkan ke gigi nya, adalah lebih baik dari mobil Toyota yang diproduksi 1998 untuk starter hanya dengan menekan tombol starter, hanya karena umurnya lebih lama.

6. Agama terbaru belum tentu agama yang terbaik

Di sisi lain agama tidak dapat disebut sebagai agama terbaik hanya pada kriteria agama itu terbaru adalah agama yang datang kemudian. Hal ini mirip dengan seseorang yang mengatakan bahwa mobil saya, Suzuki 800 cc yang diproduksi pada tahun 1999 adalah lebih baik dari Mercedes 500 SEL 5000 cc diproduksi pada tahun 1997. Untuk menilai mobil mana yang bagus , seseorang harus membandingkan spesifikasi dari mobil misalnya kekuatan mobil, langkah-langkah keselamatan, kapasitas silinder, daya angkut, kecepatan, kenyamanan, dll. Mercedes 500 SEL 5000 cc, mobil yang diproduksi pada tahun 1997, adalah unggul jauh lebih baik dari Suzuki 800 cc (Suzuki Maruti 800) diproduksi pada tahun 1999.

7. Agama yang terbaik memiliki solusi(pemecahan) untuk masalah manusia

Suatu agama dianggap agama Terbaik, jika agama tersebut memiliki solusi untuk semua masalah manusia. Agama tersebut adalah agama yang benar, dan harus berlaku untuk semua zaman. Islam lah agama satu-satunya yang memiliki solusi untuk semua masalah manusia. misalnya masalah minuman keras, kelebihan perempuan, pemerkosaan , penganiayaan, perampokan, rasisme, sistem kasta, dll .

Islam adalah agama yang benar, dan aturan dan solusinya berlaku untuk semua zaman. Alquran adalah satu-satunya kitab suci agama di muka bumi, yang telah terpelihara kemurnian dan keaslian yang membuktikan sendiri layak disebut firman Allah untuk semua zaman. sebelumnya, adalah zaman mukjizat, zaman sastra dan puisi dan sekarang adalah zaman pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, Islam bukanlah agama buatan manusia, tetapi agama yang diturunkan dan diinspirasi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Ini adalah satu-satunya agama yang diterima di sisi-Nya.

Hukum Pidana Islam

Mengapa Muslim di india tidak mau menerapkan Hukum Pidana Islam?

Pertanyaan

Ketika Muslim di India bersikeras ingin memiliki Hukum Perdata Muslim yang terpisah untuk muslim sendiri, mengapa mereka juga tidak bersikeras ingin melaksanakan Hukum Pidana Islam yang terpisa untuk Muslim; misalnya menerapkan aturan bahwa tangan pencuri harus dipotong jika seorang Muslim mencuri?

Jawaban:

1. Hukum Perdata Muslim

Hukum Perdata adalah hukum yang mengatur seseorang dengan orang lain yang dekat dengannya , misalnya undang-undang yang berkaitan dengan perkawinan, perceraian, warisan, dll Ini termasuk undang-undang yang disepakati bersama oleh sekelompok orang. Hukum ini tidak melibatkan kejahatan apa-apa atau tindakan yang akan merugikan masyarakat secara langsung.

2. Negara India adalah Sekuler dan Demokratis

Di setiap negara, Hukum Perdata mungkin berbeda untuk berbagai kelompok masyarakat dan untuk komunitas yang berbeda. Karena India merupakan negara sekuler dan demokratis, ini memungkinkan berbagai kelompok masyarakat untuk memiliki sendiri Hukum Perdata sesuai keinginan mereka.

3. Hukum Perdata Islam adalah yang terbaik

Muslim percaya bahwa dibandingkan dengan semua jenis hukum perdata yang ada di dunia, yang terbaik dan yang memiliki hasil orientasi adalah Hukum Perdata Islam. Muslim India juga lebih suka mengikuti Hukum Perdata Islam karena mereka sendiri beragama Islam.

4. Hukum Kriminal

Hukum pidana adalah hukum yang berkaitan dengan kejahatan atau tindakan yang secara langsung akan mempengaruhi masyarakat misalnya merampok,memperkosa. membunuh dll

5. Hukum Pidana harus sama untuk semua orang

Di setiap negara, Hukum Pidana tidak seperti Hukum Perdata, Hukum Pidana tidak dapat berbeda untuk berbagai kelompok masyarakat. Hukum Pidana harus sama untuk semua orang dari berbagai kelompok dan agama-agama yang berbeda misalnya Dalam Islam jika seseorang mencuri, tangannya akan dipotong. Hukuman ini tidak diterapkan untuk yang beragama Hindu. Jika orang Hindu merampok orang Islam, apa hukumannya bagi si Perampok tadi? Muslim setuju bahwa tangan orang yang merampok dipotong, tapi Penganut Hindu tidak akan setuju.

6. Muslim di India sendiri tidak dapat secara terpisah mengikuti Hukum Pidana Islam tanpa menerapkannya dengan Non-Muslim

Bahkan jika seorang Muslim setuju, bahwa jika ia melakukan kejahatan, dia harus diberi hukuman menurut Hukum Pidana Islam, itu tidak lah praktis. Dalam kasus tuduhan terhadap seorang Muslim bahwa ia telah mencuri dan jika saksinya adalah Non-Muslim, dan jika setiap saksi memiliki Hukum Pidana sendiri-sendiri, hukuman dalam Islam terhadap saksi palsu adalah 80 cambukan, sedangkan di Hukum Pidana India, orang yang memberikan kesaksian palsu dapat dengan mudah melarikan diri. Dengan demikian, untuk non-muslim untuk memfitnah seorang Muslim melakukan kejahatan sangat mudah, jika keduanya mengikuti hukum pidana sendiri-sendiri. Namun, jika keduanya mengikuti Hukum Pidana India dimana hukuman ringan untuk saksi-saksi palsu dan perampok,hal itu akan mendorong keduanya untuk merampok serta mendorong saksi untuk memberikan kesaksian palsu demi keuntungan mereka.

7. Muslim di India lebih memilih Hukum Pidana Islam dilaksanakan pada semua warga India

Kami, Muslim, memilih di India dilaksanakan Hukum Pidana Islam pada semua warga India, sebab, memotong tangan pencuri pasti akan mengurangi tingkat perampokan di India. Demikian pula, 80 cambukan untuk memberikan kesaksian palsu akan mencegah seseorang memberikan kesaksian palsu.

8. Hukum Pidana Islam adalah paling praktis.

Islam selain melarang kejahatan, itu juga memberikan solusi kepada anda bagaimana mencegah kejahatan misalnya memotong tangan seorang pencuri, hukuman mati bagi pemerkosa. Hukuman in sangat berat dan membuat jera untuk para pelaku kejahatan melakukan tindak pidana. Dia akan berpikir seratus kali sebelum melakukan tindak pidana.
Dengan demikian jika kejahatan mau dikurangi atau dihentikan di India, solusi yang terbaik adalah melaksanakan ' Hukum Umum Pidana Islam'.

Bindi dan Mangalsutra?

BINDI dan MANGALSUTRA

Pertanyaan
Mengapa laki-laki Muslim yang menikahi perempuan tidak menempatkan bindi atau tika pada dahi dan memakaikan Mangalsutra pada si perempuan, seperti laki-laki Hindu menikahi perempuan?

jawaban


1. Bindi atau tika

Bindi berasal dari kata sansekerta bindu, yang berarti 'titik'. Biasanya titik merah dibuat dengan bedak warna merah terang dan dipakai oleh perempuan Hindu di antara alis di dahi mereka.

Bindi dianggap sebagai simbol 'Parwati' menandakan energi perempuan yang diyakini oleh agama Hindu untuk melindungi si perempuan dan suami nya. Ini adalah sebuah simbol perkawinan tradisional dan dikenakan oleh wanita Hindu saat menikah. Hal ini disebut juga Tika.

2. Bindi telah menjadi mode

Saat ini, mengenakan bindi telah menjadi mode dan bahkan dikenakan oleh gadis dan perempuan yang belum menikah. Bentuk bindi tidak lagi dibatasi hanya bentuk titik dan tersedia dalam berbagai bentuk, termasuk lonjong, bintang, berbentuk hati, dll bahkan ini tersedia dalam berbagai warna cerah seperti biru, hijau, kuning, orange, dll Bahan dari bindi tidak lagi dibatasi oleh bedak merah terang, tetapi dibuat berwarna lain dan dibuat dengan bahan lainnya. Hal ini juga tersedia dalam berbagai desain dengan kombinasi warna, mengkilat, dll

3. Mangalsutra

Mangalsutra berarti benang keinginan tuhan. Ini adalah sebuah kalung yang dikenakan khusus oleh laki-laki Hindu yang menikah dengan perempuan sebagai simbol dari perkawinan mereka. Ia terdiri dari dua jalur dengan manik-manik hitam dengan liontin yang biasanya emas. Manik-manik Hitam ini dipercaya bermanfaat sebagai perlindungan terhadap kejahatan. Dipercaya untuk melindungi perkawinan siperempuan dan kehidupan suaminya. Di India selatan, mangalsutra disebut tali, yang kalung emas kecil pada kapas atau rantai emas.

Laki-laki Hindu yang sudah Menikah tidak pernah melepas mangalsutra mereka. Mangalsutra dilepas hanya bila perempuan Hindu menjadi janda.

4. Allah adalah pelindung

Allah (swt) adalah Pencipta kita, Dialah yang terbaik untuk melindungi manusia. Kami tidak memerlukan sebuah titik merah atau benang hitam untuk melindungi kami dari kejahatan. Disebutkan di dalam Alquran Karim Surah An’am ke 6 ayat 14

" Katakanlah: "Apakah akan aku jadikan pelindung selain dari Allah yang menjadikan langit dan bumi….? "
[Al-Qur'an 6:14]

Disebutkan di beberapa tempat dalam Alquran termasuk Surah Ali Imran Ke 3 Ayat 150 dan Surah Alhajj Ke 22 Ayat 78

" … Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.."

Memakai sebuah bindi atau mangalsutra menandakan kurangnya iman terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa, Pencipta manusia, Dialah Maha Pelindung.

5. Bertentangan dengan Ciri Pakaian Islam

Memakai sebuah bindi atau mangalsutra merupakan tanda perempuan yang beragama Hindu. Ciri Pakaian Islam tidak mengizinkan seorang Muslim untuk memakai semua tanda, simbol atau ciri khusus yang berasal dari non-Muslim.

6. Dalam Islam, Wanita yang sudah menikah atau yang belum tidak boleh diganggu

Suatu waktu, seorang teman saya yang beragama Hindu, menyebutkan manfaat mangalsutra,dikatakan bahwa dengan mudah mengenali seorang perempuan yang sudah menikah, dan dengan demikian mencegah perempuan tadi dari godaan dan gangguan. Menurut Islam, setiap wanita, apakah menikah atau belum, Muslim atau non-Muslim, seharusnya tidak menggoda dan mengganggu mereka.

Berhala untuk konsentrasi?

Berhala digunakan untuk konsentrasi

Pertanyaan:

Biarawan dan cendikiawan Hindu setuju bahwa Wedas dan Kitab Suci Hindu lain melarang menyembah berhala, tapi karena pikiran kita susah berkonsentrasi, Berhala diperlukan hanya untuk sementara agar berkonsentrasi saat beribadah. Setelah pikiran sudah bisa berkonsentrasi, Berhala tersebut tidak diperlukan lagi?.

Jawaban:


1. Muslim telah mencapai tingkat konsentrasi tingkat tinggi

Muslim telah mencapai tingkat konsentrasi yang lebih tinggi. Jika Berhala diperlukan hanya untuk konsentrasi dalam tahap awal dan tidak diperlukan lagi setelah pikiran mencapai konsentrasi tingkat tinggi maka saya ingin mengatakan Muslim telah mencapai status konsentrasi yang lebih tinggi karena konsentrasi ketika Muslim menyembah Allah (swt) Muslim tidak memerlukan Berhala, patung atau apapun.

2. Anak Bertanya mengapa ada petir?

Ketika saya berdiskusi dengan Swami di IRF(international Research Foundation=Yayasan Penelitian islam). Dia mengatakan bahwa ketika anak kami bertanya, "Mengapa dilangit ada petir?", kami menjawab "âàëè dan chakki pees rahi hai", artinya adalah nenek sedang menggiling tepung dilangit ; karena ia masih terlalu muda untuk memahami. Demikian pula dalam tahap awal orang memerlukan sebuah Berhala untuk berkonsentrasi.

Dalam Islam kami tidak boleh berkata bohong, walaupun “kebohongan yang putih”. Saya tidak akan pernah memberikan jawaban yang salah untuk anak saya karena nanti pada saat dia masuk sekolah dan belajar bahwa Petir dengan cahaya kilat adalah karena ekspansi udara panas yang cepat, ia akan berpikir bahwa guru nya berbohong atau nanti setelah dia mengerti dia akan menyimpulkan bahwa ayahnya adalah pembohong. Jika Anda merasa bahwa anak itu mungkin belum bisa memahami hal-hal yang sulit, Anda harus menyederhanakan jawaban nya daripada memberikan jawaban yang salah. Jika Anda tidak tahu jawabannya, Anda harus punya keberanian untuk menjadi orang yang berani mengatakan 'Saya tidak tahu'. Tetapi sekarang ini banyak anak-anak yang merasa tidak puas dengan jawaban ini. Jika jawaban ini diberikan kepada anak saya, ia akan berkata "Abba (ayah), mengapa Ayah tidak tahu?" Ini akan memaksa Anda untuk belajar dan hal ini mendidik Anda dan juga anak anda.

3. Di Kelas satu, Siswa memerlukan Berhala untuk konsentrasi - (2 + 2 = 4 akan selalu sama baik di kelas satu maupun kelas sepuluh)

Beberapa Biarawan mencoba meyakinkan saya tentang penyembahan Berhala, mereka mengatakan bahwa di kelas satu awalnya seseorang diajarkan untuk menyembah Allah yang terfokus dengan bantuan sebuah Berhala tetapi kemudian pada saat dia lulus dia tidak lagi membutuhkan Berhala untuk berkonsentrasi menyembah Allah.

Fakta yang sangat penting untuk dicatat adalah bahwa hanya ajaran benar yang diajarkan kepada seseorang, maka seseorang dapat berhasil pada masa mendatang misalnya Seorang guru matematika kelas satu mengajarkan siswanya bahwa 2 + 2 = 4 terlepas dari apakah siswanya itu lulus atau tidak lulus atau lulus dengan nilai D. dalam matematika, ajaran dasar bahwa 2 + 2 = 4 hasilnya akan tetap sama, tidak akan jadi 5 atau 6. Jika Siswa di kelas yang lebih tinggi, Siswa itu mungkin akan mempelajari tentang aljabar, trigonometri, logaritma, dll tetapi ajaran dasarnya akan tetap sama. Jika guru di kelas satu mengajarkan ajaran yang salah, bagaimana Anda dapat mengharapkan siswa itu berhasil di masa mendatang?

Dasar pokok dari Kitab Weda tentang konsep ketuhanan bahwa Tuhan tidak dapat digambarkan, jadi bagaimana bisa Cendikiawan tersebut setelah mengetahui fakta ini tetap diam melihat ajaran yang salah di masyarakat.

Akankah anda mengatakan kepada Putra Anda bahwa 2 ditambah 2 hasilnya bukan 4 tapi 5 atau 6 dan hanya mengatakan kebenaran setelah ia lulus sekolah? Tidak Pernah. Kenyataan nya apabila dia melakukan kesalahan Anda akan segera mengkoreksinya dan mengatakan yang betul hasilnya adalah 4 dan tidak menunggu sampai dia lulus. Dan jika anda tidak mengkoreksinya, anda akan membahayakan masa depannya.

Weda wahyu dari Allah?

Apakah Weda adalah wahyu dari Allah?

Pertanyaan:


Jika Allah telah manurunkan kitab suci dan wahyunya di setiap masa, maka wahyu yang mana yang telah diturunkan ke India? BIsakah kami menganggap Weda dan Kitab Suci Hindu lainnya merupakan firman Allah?

Jawaban:

1. Wahyu dikirim dalam setiap periode

Alquranul Karim menyebutkan dalam Surah Rad, ke 13 ayat 38

" …. Bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu). "
[Al-Qur'an 13:38]

2. Berdasarkan nama, Empat Kitab suci disebutkan dalam Alquran

Berdasarkan nama, hanya empat Wahyu Allah yang disebutkan didalam Alquran yaitu Taurat, Zabur, Injil dan Al Qur'an

Taurat adalah wahyu yang diberikan kepada Musa (AS)

Zabur adalah wahyu yang diberikan kepada Daud (AS)

Injil adalah wahyu yang diberikan kepada Yesus/Isa (AS)

dan Alquran adalah Wahyu terakhir dan penutup yang diberikan untuk Nabi terakhir dan Penutup- Muhammad (SAW).

3. Semua wahyu sebelumnya diturunkan hanya untuk umat tertentu

Semua wahyu yang datang sebelum diturunkan Alquran hanya untuk umat tertentu dan berlaku untuk jangka waktu tertentu saja.

4. Alquran diturunkan untuk seluruh umat manusia

Karena Al Qur'an adalah wahyu terakhir dan penutup, alquran tidak hanya ditujukan untuk Muslim atau orang Arab saja tetapi telah diturunkan untuk seluruh umat manusia.

Disebutkan dalam:
a. Surah Ibrahim, bab 14 ayat 1

" Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang...."
[Al-Qur'an 14:1]

b.Pesan yang sama juga diulang dalam surah Ibrahim ke 14 ayat 52

" (Al Qur'an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengannya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.."
[Al-Qur'an 14:52]

c. Alquran menyebutkan dalam Surah Baqarah ke 2ayat 185

" (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). ….."
[Al-Qur'an 2:185]

d. Pesan yang sama juga diulang dalam surah Zumur ke 39 ayat 41

" Sesungguhnya kami menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur'an) untuk manusia …."
[Al-Qur'an 39:41]

5. Wahyu mana yang diturunkan ke India?

Pertanyaan yang muncul adalah " Wahyu mana yang diturunkan ke India dan apakah kita dapat menganggap Weda dan Kitab Suci Hindu lain sebagai wahyu dari Allah?" Tidak ada teks dalam Alquran atau kitab Hadis Sahih menyebutkan nama dari wahyu yang telah diturunkan ke India. Karena Weda dan kitab suci Hindu lain tidak dapat ditemukan dalam Alquran dan kitab Hadis Sahih, seseorang tidak dapat berkata secara pasti bahwa Kitab itu adalah wahyu Allah. Kitab itu mungkin merupakan wahyu dari Allah atau mungkin bukan wahyu dari Allah.

6. Bahkan jika Weda adalah firman Allah SWT, Sekarang Anda harus mengikuti Alquran

Bahkan jika Weda dan Kitab Suci lain adalah wahyu Allah, mereka hanya dimaksudkan untuk orang-orang umat tertentu waktu itu dan hanya diturunkan untuk jangka waktu itu saja . Sekarang ini, semua manusia di seluruh dunia termasuk India hanya harus mengikuti Wahyu Allah yang Terakhir dan Penutup, yaitu Alquran. Lagi pula semua wahyu sebelumnya tidak untuk diikuti selamanya, Allah swt tidak memelihara mereka dalam bentuk aslinya. Tidak ada satupun kitab suci dari salah satu agama yang besar yang menyatakan Murni Firman Allah dan mempertahankan teks asli nya yang murni dan bebas dari perubahan, pencemaran dan penambahan. Hanya Alquranul Karim yang harus diikuti untuk selamanya, Allah (swt) sendiri berjanji menjaga keasliannya dan menjaganya dari kepalsuan. Allah mengatakan dalam Alquranul Karim.

Surah Hijr ke 15 ayat 9
" Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.."
[Al-Qur'an 15:9]

Ram, Krisna Nabi Tuhan?

Apakah RAM dan Krishna termasuk Nabi Tuhan ?


Pertanyaan:



Jika menurut Islam, rasul atau nabi dikirim ke setiap bangsa di dunia, maka nabi mana yang telah diutus ke India? Bisakah kita menganggap Ram dan Krishna adalah Nabi Tuhan?


Jawaban:


1. Nabi dikirim untuk setiap bangsa


a. Al-Qur’anul Karim menyebutkan dalam Surah Fatir, ke 35 ayat 24

".... Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan. "
[Al-Qur'an 35:24]


b. Hal yang sama juga pesan diulang dalam Surah Rad, ke 13 ayat 7


"... bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk.."
[Al-Qur'an 13:7]


2. Hanya Beberapa Nabi yang diceritakan dalam Alquran


a. Allah (swt) mengatakan dalam Surah Nisa, ke 4 ayat 164

" Dan (kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu.."
[Al-Qur'an 4:164]


b. Hal yang sama juga pesan diulang dalam surah Ghafir ke 40 ayat 78

" Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu....."
[Al'Qur'an 40:78]


3. 25 nama Nabi Allah disebutkan dalam Alquran


Berdasarkan nama, hanya 25 nabi Allah yang disebutkan dalam Alquran misalnya Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Yesus(Isa AS), Muhammad (SAW)





4. Lebih dari 124,000 nabi Allah


Menurut Nabi Muhammad (SAW), terdapat lebih dari 124.000 nabi dikirim ke dunia ini.


5. Semua nabi sebelumnya dikirim hanya untuk Kaum tertentu saja


Semua nabi yang datang sebelum Nabi Muhammad (SAW) yang hanya dikirim untuk Kaum tertentu dan hanya untuk jangka waktu tertentu saja.


Surah Ali Imran, ke 3 ayat 49
" Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil,..."
[Al-Qur'an 3:49]


6. Muhammad (SAW), Rasul Allah SWT yang terakhir


Nabi Muhammad (SAW) adalah Rasul Terakhir dan Penutup para nabi Disebutkan di

Surah Ahzab, ke 33 ayat 40


" Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. "
[Al-Qur'an 33:40]


7. Nabi Muhammad (SAW), dikirim untuk seluruh umat manusia

Nabi Muhammad (SAW) adalah utusan terakhir dan Penutup, dia tidak hanya ditujukan untuk Muslim atau untuk orang Arab saja, tetapi ia telah diutus untuk seluruh manusia.


a. Disebutkan di

Surah Anbiya, ke 21 ayat 107
" Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.."
[Al'Qur'an 21:107]


b. Hal yang sama juga diulang dalam pesan

Surah Saba, ke 34 ayat 28

"Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.."
[Al Qur'an 34:28]




c. Disebutkan di

Kitab Sahih Bukhari, volume 1, Kitab Salafy, ke 56 hadis no. 429
diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah: Rasulullah berkata,

"Setiap Nabi diutus untuk kaumnya saja tetapi aku telah diutus untuk semua umat manusia."


8. Nabi mana yang telah diutus ke India?


Mengenai pertanyaan nabi mana yang telah diutus oleh Allah ke India, dan kita dapat menganggap Ram atau Krishna adalah nabi Allah, tidak ada teks dalam Alquran atau kitab Hadis Sahih yang menyebutkan nama nabi yang telah diutus ke India. Karena nama Ram dan Krishna tidak ditemukan dalam kitab Alquran dan Hadis Sahih, seseorang tidak dapat berkata secara pasti apakah mereka nabi Allah atau bukan. Beberapa Muslim, khususnya politisi Muslim tertentu mencoba untuk mempengaruhi penganut Hindu, dengan menyebut Ram Alaihissalam(AS), yaitu Ram semoga Allah SWT memberkatinya. Ini adalah salah total, karena tidak ada bukti otentik dari Alquran dan kitab Hadis Sahih bahwa Ram adalah seorang nabi Allah. Namun, seseorang bisa mengatakan bahwa mungkin mereka adalah salah satu nabi Allah.


9. Bahkan jika Ram dan Krishna adalah nabi, sekarang kita harus mengikuti Nabi Allah terakhir yaitu Muhammad (SAW)


Bahkan jika Ram dan Krishna adalah nabi Allah, mereka hanya dimaksudkan untuk kaum tertentu dan mengikutinya waktu itu saja(waktu dulu). Saat ini, seluruh manusia di seluruh dunia, termasuk India hanya harus mengikuti Nabi dan Rasul Allah SWT terakhir dan penutup - Nabi Muhammad (SAW).

Selasa, Februari 10, 2009

Membakar atau Mengubur?

Penguburan Mayat lebih baik daripada Pembakaran Mayat

Pertanyaan

Mengapa Muslim membakar mayat bukan meng-kremasi atau menguburnya?

jawab:


1. Komponen Tubuh Manusia Berasal dari Tanah

Unsur yang ada di dalam Tubuh Manusia dalam jumlah kecil dan jumlah besar ada di dalam tanah. Karena Itu lebih baik mengubur mayat karena lebih mudah terurai dan bercampur dengan tanah.

2. Tidak Menyebabkan Polusi

Kremasi (Pembakaran Mayat) menyebabkan Polusi Udara. yang berbahaya untuk kesehatan dan berbahaya untuk lingkungan. Tidak demikian halnya dengan Penguburan, Penguburan tidak menyebabkan Polusi.

3. Tanah di sekelilingnya menjadi subur

Untuk Membakar mayat beberapa pohon harus ditebang, yang mengurangi tanaman hijau dan membahayakan lingkungan dan ekologi. Jika mayat dikubur, disamping pohon terselamatkan, tanah disekitar nya juga menjadi subur dan baik untuk lingkungan Alam.

4. Ekonomis

Adalah mahal untuk membakar mayat, berton-ton kayu yang dibakar,setiap tahun kita kehilangan banyak pemasukan Negara, hanya karena Kremasi Mayat di India. Penguburan sangat murah. Hanya menghabiskan sedikit uang.

5. Tanah yang sama dapat digunakan untuk mengubur mayat yang lain

Kayu yang digunakan untuk membakar seorang mayat tidak bisa digunakan untuk membakar mayat karena kayu ini telah berubah menjadi abu. Tanah yang digunakan untuk mengubur mayat bisa digunakan kembali untuk mengubur mayat yang lain setelah beberapa tahun karena tubuh manusia terurai dan bercampur dengan tanah .