Teori Penggantian Ayat
Pertanyaan:
Muslim percaya pada Teori Penggantian , yaitu mereka percaya ayat-ayat tertentu yang turun sebelumnya diganti dengan wahyu yang datang kemudian . Apakah ini menyiratkan bahwa Tuhan telah melakukan kesalahan dan kemudian mengkoreksinya?
Jawaban:
1. Dua Penafsiran yang berbeda
Alquran yang Karim mengatakan dalam ayat berikut:
" Ayat mana saja yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tiadakah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?"
[Al-Qur'an 2:106]
Sebuah referensi untuk ini juga dibuat dalam Surah Nahl ke 16 ayat 101. Bahasa Arab kata yang disebutkan adalah ayat yang berarti 'tanda' atau 'ayat' dan yang dapat juga berarti 'wahyu'. ayat Ini dari Al Qur'an dapat ditafsirkan dalam dua cara:
a. Wahyu yang diganti adalah Wahyu-wahyu yang diturunkan sebelum Al Qur'an, misalnya Taurat, Zabur dan Injil.
Disini Allah (swt) mengatakan bahwa Ia tidak menyebabkan wahyu sebelumnya dilupakan melainkan Dia akan mengganti wahyu tersebut dengan sesuatu yang lebih baik atau serupa, menunjukkan bahwa Taurat, Zabur dan Injil telah digantikan oleh Al Qur'an.
b. Jika kita terjemahkan kata Arab ayat di atas merujuk kepada ayat-ayat Al Qur'an, dan bukan wahyu sebelumnya, maka menunjukkan bahwa tidak ada satu ayat-ayat Alquran yang diganti melainkan digantikan oleh Allah dengan sesuatu yang lebih baik atau serupa. Ini berarti bahwa beberapa ayat-ayat Al Qur'an, yang diturunkan sebelumnya telah digantikan oleh ayat-ayat yang diturunkan kemudian. Saya setuju dengan kedua penafsiran ini.
Banyak Muslim dan non-Muslim yang keliru dengan Penafsiran kedua mengartikan bahwa sebagian ayat-ayat Alquran sebelumnya diganti tidak lagi berlaku untuk kita hari ini, karena mereka telah digantikan oleh ayat-ayat Al Qur'an kemudian atau Penggantian ayat. Kelompok orang ini salah mempercayai bahwa ayat-ayat tersebut bertentangan dengan ayat yang lain.
Marilah kita menganalisa beberapa contoh.
2. Ciptakan bacaan seperti Kitab Alquran / 10 Surah / 1 Surah:
Beberapa Atheis Arab menuduh bahwa Alquran dibuat oleh Nabi Muhammad (SAW). Allah (swt) menantang Atheis arab ini dalam ayat Surah Al-Isra:
" Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur'an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain".." [Al-Qur'an 17:88]
Kemudian tantangan dibuat mudah dalam ayat berikut Surah Al-Hud:
" Bahkan mereka mengatakan: "Muhammad telah membuat-buat Al Qur'an itu", Katakanlah: "(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar ". [Al-Qur'an 11:13]
Tantangan dipermudah lagi dalam ayat berikut Surah Yunus:
" Atau (patutkah) mereka mengatakan: "Muhammad membuat-buatnya." Katakanlah: "(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar." [Al-Qur'an 10:38]
Terakhir, di Surah Al-Baqarah, Allah (swt) menjadikan tantangan lebih sederhana:
“Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.
Maka jika kamu tidak dapat membuat (nya) dan pasti kamu tidak akan dapat membuat (nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir. ". [Al-Qur'an 2:23-24]
Demikianlah Allah (swt) menjadikan tantangan makin mudah. Progresif tantangan ayat-ayat Al Qur'an ini pertama menantang Atheis untuk memproduksi sebuah kitab seperti Al Qur'an, lalu menantang mereka untuk menghasilkan sepuluh Surah seperti yang terdapat di dalam Alquran, lalu hanya satu Surah (seperti Surah Yunus :109 ayat)dan akhirnya tantangan untuk mereka disuruh membuat satu Surah sama (Miim mislihi) dengan Surah Al-Qur’an (pen-minimal 3 ayat). Ini tidak berarti bahwa ayat-ayat yang diturunkan setelahnya yaitu Surah Baqarah ke 2 ayat 23 dan 24 kontradiksi dengan tiga ayat sebelumnya. Kontradiksi yaitu menyebutkan dua hal yang tidak mungkin dilakukan bersamaan, atau tidak dapat terjadi secara bersamaan.
ayat-ayat Al Qur'an sebelumnya yaitu ayat-ayat yang diganti adalah masih firman Allah dan informasi yang terkandung di dalamnya adalah benar sampai hari ini. Misalnya tantangan untuk menghasilkan kitab seperti Alquran tetap berlaku sampai hari ini. Demikian juga tantangan untuk menghasilkan sepuluh Surah dan satu Surah harus sama seperti Alquran juga berlaku, dan tantangan terakhir membuat satu surat yang mirip seperti Alquran . Hal ini tidak bertentangan dengan tantangan sebelumnya, tapi tantangan terakhir adalah mempermudah semua tantangan yang diberikan oleh Alquran. Jika tantangan terakhir tidak dapat terpenuhi, maka pertanyaan untuk siapa yang akan bisa memenuhi ke 3 tantangan yang labih sulit tidak akan ada
.
Misalnya saya berbicara tentang seseorang yang sangat dungu, bahwa ia tidak akan dapat masuk ke sekolah dengan nilai standar 10. Kemudian saya mengatakan bahwa dia tidak akan dapat masuk ke sekolah dengan nilai standar 5, dan lebih lanjut saya mengatakan bahwa dia tidak akan dapat masuk ke sekolah walau hanya dengan nilai standar 1 . Akhirnya saya berkata bahwa dia sangat bodoh jadi ia tidak akan dapat lulus taman kanak-kanak. Seseorang harus lulus dulu Taman Kanak-Kanak baru bisa diterima di Sekolah(pen-di india seseorang yang akan masuh SD harus lulus Tk dulu). Apa yang saya inging nyatakan adalah orang yang sangat dungu harus lulus taman kanak-kanak. Empat pernyataan Saya tidak bertentangan satu sama lain, dan pernyataan saya terakhir, yaitu orang yang tidak dapat lulus taman kanak-kanak sudah cukup untuk menunjukkan kecerdasan orang itu. Jika seseorang tidak dapat lulus taman kanak-kanak, maka pertanyaan apakah dia lulus dengan nilai standar 5 atau 10, tidak muncul.
3. Larangan Bertahap Minuman Keras
Contoh lain adalah ayat-ayat yang berkaitan dengan larangan minuman keras secara bertahap. Wahyu pertama Alquran untuk mengatasi minuman keras adalah ayat berikut dari Surah Baqarah:
" Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfa`at bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfa`atnya… " [Al-Qur'an 2:219]
Berikutnya ayat yang diturunkan setelahnya tentang Minuman Keras adalah ayat berikut dari Surah Nisa:
" Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sampai kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, … " [Al-Qur'an 4:43]
Ayat Terakhir yang diturunkan tentang Minuman Keras adalah ayat dari surah Al-Maidah:
" Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. "
[Al-Qur'an 5:90]
Alquran diturunkan selama 22 ½ tahun. Banyak reformasi yang dilakukan dalam masyarakat secara bertahap. Ini dilakukan untuk menerapkan undang-undang baru dalam masyarakat. Sebuah Perubahan Tiba-tiba dalam masyarakat selalu mengarah kepada pemberontakan dan Anarkis.
Larangan Minuman Keras diturunkan dalam tiga tahap. Wahyu pertama hanya menyebutkan bahwa dalam Minuman Keras ada kerugian dan beberapa keuntungan, tetapi kerugian adalah lebih besar daripada keuntungan. Wahyu Berikutnya melarang sholat dalam keadaan mabuk, menunjukkan bahwa seseorang tidak boleh mengkonsumsi Minuman Keras sepanjang hari , karena seorang Muslim harus sholat lima kali sehari. Ayat ini tidak menyatakan bahwa bila seseorang tidak dalam keadaan sholat, malamnya ia diperbolehkan untuk mengkonsumsi Minuman Keras. Itu masih berarti mungkin, mungkin boleh mungkin tidak. Alquran tidak berkomentar mengenai itu. Jika ayat ini menyebutkan seseorang boleh mengkonsumsi Minuman Keras pada saat tidak sholat maka akan ada kontradiksi. Allah (swt) memilih kata yang tepat. Akhirnya larangan total meminum Minuman Keras diturunkan dalam Surah Maidah ke 5 ayat 90.
Ini jelas menunjukkan bahwa tiga ayat tersebut tidak bertentangan satu sama lain. Apakah mereka saling kontradiksi, tidak mungkin untuk mengikuti semua ke tiga ayat secara bersamaan . Karena seorang Muslim diharapkan untuk mengikuti setiap ayat dari Al Qur'an, tapi hanya dengan mengikuti ayat terakhir yaitu Surah Maidah (5:90), ia secara telah setuju dan sekaligus mengikuti dua ayat-ayat sebelumnya.
Misalnya saya katakan bahwa saya tidak tinggal di Los Angeles(Kota Di AS). Kemudian saya katakan bahwa saya tidak tinggal di California(Kota Di AS). Akhirnya saya berkata, saya tidak tinggal di Amerika Serikat. Hal ini tidak berarti bahwa tiga pernyataan ini bertentangan satu sama lain. Setiap pernyataan memberikan informasi lebih lanjut dari pernyataan sebelumnya. Pernyataan Ketiga termasuk informasi yang terdapat di dua pernyataan pertama. Dengan demikian, hanya dengan menyebutkan bahwa saya tidak tinggal di Amerika Serikat, dengan jelas, bahwa saya juga tidak tinggal di California maupun New York. Demikian pula sejak mengkonsumsi minuman keras dilarang, jelas bahwa salat di saat mabuk juga dilarang dan informasi bahwa Minuman Keras adalah "memiliki kerugian dan beberapa keuntungan bagi manusia, tetapi ruginya lebih besar daripada keuntungan" juga berlaku.
4. Alquran tidak berisi apapun kontradiksi
Teori Penggantian ayat tidak berarti bahwa ada kontradiksi dalam Alquran, karena hal yang mungkin untuk mengikuti semua ayat-ayat Al Qur'an pada saat yang bersamaan.
Jika ada kontradiksi dalam Alquran, ini pasti bukan firman Allah SWT .
"Apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur'an (dengan benar)? Kalau berasal dari selain dari Allah, mereka pasti akan menemukan banyak perbedaan (kontradiksi)."
[Al-Qur'an 4:82]
“Serulah (manusia)kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik" [An-Nahl : 125]"
Mengenai Saya
- Joker
- Artikel-Artikel yang saya posting ini adalah Pertanyaan -pertanyaan yang sering diajukan (FAQ=Frequently Asked Question) kepada Umat Islam baik oleh Muslim dan Non Muslim. ini adalah sebagian besar adalah sumber nya dari WWW.IRF.net pada bagian FAQ yang sudah saya terjemahkan. tujuan dari artikel ini sendiri tidak bermaksud menjelek-jelekkan agama lain tapi sebatas pada pembelaan dengan memberikan jawaban terhadap pertanyaan seputar Islam dan Mencari Kebenaran. Terima Kasih jika Anda bersedia memberikan komentar dengan kata kata yang baik.
Selasa, Januari 27, 2009
Kata 'Kami' Untuk Allah?
Alquran menggunakan kata 'kami' untuk Allah
Pertanyaan:
Apakah Islam percaya dengan beberapa tuhan karena Alquran menggunakan kata 'Kami' saat Allah berbicara dalam Alquran?
Jawaban:
Islam adalah agama monoteistik mutlak. Ia percaya dan menganut paham Monotheisme. Islam percaya bahwa Allah hanya satu, dan unik dalam sifatnya. Di dalam Alquran, sering mengatakan Allah sendiri menggunakan kata 'Kami'. Tetapi ini tidak berarti bahwa Islam percaya pada lebih dari satu Tuhan.
Dua jenis jamak
Dalam beberapa bahasa, terdapat dua jenis bentuk jamak, Pertama (numbers Plural)Jamak Jumlah untuk menyatakan hal yang jumlahnya lebih dari satu. Jamak yang lain adalah respect plural yaitu jamak yang menunjukkan rasa hormat.
a. Dalam bahasa Inggris, Ratu Inggris menyatakan dirinya sebagai 'Kami' bukan 'Saya'. Hal ini dikenal sebagai 'royal plural'.
b. Rajiv Gandhi, mantan Perdana Menteri India mengatakan dalam bahasa Hindi " Hum dekhna chahte hain ". "Kami ingin melihat." 'Hum' berarti 'Kami' yang berarti royal plural dalam bahasa Hindi.
c. Demikian pula dalam bahasa Arab, ketika Allah sendiri menyatakan di dalam Qur'an, Ia sering menggunakan Bahasa Arab kata 'Nahnu' yang berarti 'Kami'. Ia tidak menunjukkan jamak plural tetapi jamak untuk menunjukkan rasa hormat(royal plural atau respect plural)
Tauhid atau monoteisme adalah salah satu Rukun Islam. Keberadaan dan keunikan dari Tuhan yang satu dan hanya satu Tuhan disebut beberapa kali dalam Alquran. Misalnya dalam Surah Ikhlas, ia mengatakan:
"Katakanlah Dialah Allah yang Hanya Satu (Maha Esa)."
[Al-Qur'an 112: 1]
Pertanyaan:
Apakah Islam percaya dengan beberapa tuhan karena Alquran menggunakan kata 'Kami' saat Allah berbicara dalam Alquran?
Jawaban:
Islam adalah agama monoteistik mutlak. Ia percaya dan menganut paham Monotheisme. Islam percaya bahwa Allah hanya satu, dan unik dalam sifatnya. Di dalam Alquran, sering mengatakan Allah sendiri menggunakan kata 'Kami'. Tetapi ini tidak berarti bahwa Islam percaya pada lebih dari satu Tuhan.
Dua jenis jamak
Dalam beberapa bahasa, terdapat dua jenis bentuk jamak, Pertama (numbers Plural)Jamak Jumlah untuk menyatakan hal yang jumlahnya lebih dari satu. Jamak yang lain adalah respect plural yaitu jamak yang menunjukkan rasa hormat.
a. Dalam bahasa Inggris, Ratu Inggris menyatakan dirinya sebagai 'Kami' bukan 'Saya'. Hal ini dikenal sebagai 'royal plural'.
b. Rajiv Gandhi, mantan Perdana Menteri India mengatakan dalam bahasa Hindi " Hum dekhna chahte hain ". "Kami ingin melihat." 'Hum' berarti 'Kami' yang berarti royal plural dalam bahasa Hindi.
c. Demikian pula dalam bahasa Arab, ketika Allah sendiri menyatakan di dalam Qur'an, Ia sering menggunakan Bahasa Arab kata 'Nahnu' yang berarti 'Kami'. Ia tidak menunjukkan jamak plural tetapi jamak untuk menunjukkan rasa hormat(royal plural atau respect plural)
Tauhid atau monoteisme adalah salah satu Rukun Islam. Keberadaan dan keunikan dari Tuhan yang satu dan hanya satu Tuhan disebut beberapa kali dalam Alquran. Misalnya dalam Surah Ikhlas, ia mengatakan:
"Katakanlah Dialah Allah yang Hanya Satu (Maha Esa)."
[Al-Qur'an 112: 1]
Enam hari atau delapan hari
Langit Dan Bumi Dalam Enam Hari Dan Bukan Delapan Hari
Pertanyaan:
Al Qur'an menyebutkan di beberapa tempat bahwa langit dan bumi diciptakan dalam 6 hari tetapi dalam Surah Fussilat mengatakan bahwa langit dan bumi diciptakan dalam 8 hari. Bukankah ini sebuah kontradiksi? Ayat yang sama juga mengatakan bahwa bumi diciptakan dalam 6 hari kemudian langit diciptakan dalam 2 hari. Ini bertentangan dengan teori Big Bang-teori bahwa langit dan bumi diciptakan secara bersamaan. ?
Jawaban:
1. Langit dan bumi diciptakan dalam enam hari
Saya setuju bahwa Alquran mengatakan bahwa langit dan bumi diciptakan dalam 6 hari yaitu 6 epochs(enam periode yang panjang) dan disebutkan dalam
Surah Al A'raf ke 7ayat 54
Surah Yunus ke 10 ayat 3
Surah Hud ke 11 ayat 7
Surah Al Furqan ke 25 ayat 59
Surah Al Sajdah ke 32 ayat 4
Surah Qaf ke 50 ayat 38
Surah Al Hadid ke 57 ayat 4
Ayat-ayat Alquran yang sesuai dengan yang anda katakan, bahwa langit dan bumi diciptakan dalam 8 hari adalah Surah Fussilat ke 41 ayat 9 sampai 12
"009. Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itulah Tuhan semesta alam".
010. Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni) nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.
011. Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati".
012. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui."
[Al-Qur'an 41:9-12]
Secara sepintas lalu, tampaknya ayat-ayat Alquran ini memberikan kesan awal bahwa langit dan bumi diciptakan dalam 8 hari.
Allah mengatakan pada awal ayat ini bahwa ada orang-orang yang akan mengeksploitasi informasi ini yang terdapat di dalam ayat ini untuk meragukan tentang keaslian Alquran yaitu orang-orang yang tertarik untuk menghujat Allah SWT dan menyangkal ke-Esa-an nya. Allah memberitahu kita bahwa pada waktunya, akan ada orang-orang kafir yang akan menggunakan ayat ini sehingga terlihat kontradiksi.
2. Summa berarti Berbarengan/Bersamaan
Jika Anda menganalisa ayat-ayat ini dengan hati-hati, ia berbicara tentang 2 ciptaan berbeda bumi dan langit. Bumi termasuk gunung-gunung dibuat dalam 2 hari dan gunung-gunung dibuat agar bumi berdiri teguh dan memberkatinya dan kadar makanan diukur dalam 4 hari. Oleh karena itu bumi beserta gunung-gunung telah dibuat dalam 6 hari menurut ayat 9 dan 10. Ayat 11 dan 12 mengatakan, lebih-lebih lagi langit diciptakan dalam 2 hari. Bahasa Arab kata yang digunakan pada awal ayat 11 Surah Fussilat adalah Summa yang berarti; 'kemudian' atau 'bersamaan'. Ada beberapa terjemahan Alquran, yang telah, menggunakan 'kemudian' untuk kata Summa, yang menunjukkan 'setelah itu'. Jika Summa diterjemahkan dengan kata 'kemudian' adalah salah karena total penciptaan langit dan bumi akan menjadi 8 masa yang lain akan bertentangan dengan ayat-ayat Alquran yang mengatakan langit dan bumi diciptakan dalam 6 masa dan juga akan bertentangan dengan Teori Big Bang serta ayat dari Al Qur'an Surah Al Anbiya ke 21 ayat 30 yang mengatakan bahwa langit dan bumi diciptakan secara bersamaan.
Oleh karena itu terjemahan yang benar dari kata Summa dalam ayat ini adalah “bersamaan” . Abdullah Yusuf Ali telah menterjemahkan dengan benar kata Summa atau bersamaan yang secara jelas memberikan indikasi bahwa saat bumi bersama gunung-gunung, dan lain-lain telah dibuat dalam 6 hari bersamaan dengan itu langit diciptakan dalam 2 hari. Dengan demikian total tidak menjadi 8 hari tetapi 6 hari.
Jika seorang Arsitek mengatakan bahwa ia akan membangun gedung 10 lantai dan lengkap dengan dinding nya sekitar 6 bulan dan setelah itu ia memberikan rincian proyeknya yang mengatakan bahwa basement bangunan dibangun dalam 2 bulan dan gedung 10 lantai dalam waktu 4 bulan dan secara bersamaan, pada saat basement dan gedung 10 lantai tadi dibangun, Arsitek itu juga membangun di sekeliling dari bangunan tadi beserta bangunan lain yang waktunya 2 bulan. Oleh karena itu penjelasan nya yang pertama dengan yang kedua tidak bertentangan tetapi penjelasan yang kedua memberikan pernyataan yang lebih rinci dari detil konstruksi.
3. Langit dan bumi diciptakan secara bersamaan
Alquran menjelaskan penciptaan alam semesta di beberapa tempat, kadang-kadang ia mengatakan langit dan bumi (7:54, 10:3, 11:7, 25:59, 32:4, 50:38, 57:4 ) Sementara di tempat lain ia mengatakan bumi dan langit ( 2:29, 20:4) dan ayat Surah Al Ambiya ke 21 ayat 30 yang berbicara tentang Big-Bang dan langit dan bumi diciptakan secara bersamaan.
Demikian juga dalam Surah Al-Baqarah ke 2 ayat 29 :
" Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu bersamaan itu Dia menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.."
[Al-Qur'an 2:29]
"telah dibuat untuk Anda segala sesuatu di bumi bersamaan itu(“Summa) Dia menjadikan langit tujuh lapis".
Di sini juga jika anda salah menerjemahkan kata Summa sebagai 'kemudian' maka ayat ini akan bertentangan teori Big-bang dan ayat-ayat Al Qur'an lain. Oleh karena itu terjemahan yang benar dari kata Summa adalah ‘berbarengan' atau 'bersamaan'.
Pertanyaan:
Al Qur'an menyebutkan di beberapa tempat bahwa langit dan bumi diciptakan dalam 6 hari tetapi dalam Surah Fussilat mengatakan bahwa langit dan bumi diciptakan dalam 8 hari. Bukankah ini sebuah kontradiksi? Ayat yang sama juga mengatakan bahwa bumi diciptakan dalam 6 hari kemudian langit diciptakan dalam 2 hari. Ini bertentangan dengan teori Big Bang-teori bahwa langit dan bumi diciptakan secara bersamaan. ?
Jawaban:
1. Langit dan bumi diciptakan dalam enam hari
Saya setuju bahwa Alquran mengatakan bahwa langit dan bumi diciptakan dalam 6 hari yaitu 6 epochs(enam periode yang panjang) dan disebutkan dalam
Surah Al A'raf ke 7ayat 54
Surah Yunus ke 10 ayat 3
Surah Hud ke 11 ayat 7
Surah Al Furqan ke 25 ayat 59
Surah Al Sajdah ke 32 ayat 4
Surah Qaf ke 50 ayat 38
Surah Al Hadid ke 57 ayat 4
Ayat-ayat Alquran yang sesuai dengan yang anda katakan, bahwa langit dan bumi diciptakan dalam 8 hari adalah Surah Fussilat ke 41 ayat 9 sampai 12
"009. Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itulah Tuhan semesta alam".
010. Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni) nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.
011. Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati".
012. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui."
[Al-Qur'an 41:9-12]
Secara sepintas lalu, tampaknya ayat-ayat Alquran ini memberikan kesan awal bahwa langit dan bumi diciptakan dalam 8 hari.
Allah mengatakan pada awal ayat ini bahwa ada orang-orang yang akan mengeksploitasi informasi ini yang terdapat di dalam ayat ini untuk meragukan tentang keaslian Alquran yaitu orang-orang yang tertarik untuk menghujat Allah SWT dan menyangkal ke-Esa-an nya. Allah memberitahu kita bahwa pada waktunya, akan ada orang-orang kafir yang akan menggunakan ayat ini sehingga terlihat kontradiksi.
2. Summa berarti Berbarengan/Bersamaan
Jika Anda menganalisa ayat-ayat ini dengan hati-hati, ia berbicara tentang 2 ciptaan berbeda bumi dan langit. Bumi termasuk gunung-gunung dibuat dalam 2 hari dan gunung-gunung dibuat agar bumi berdiri teguh dan memberkatinya dan kadar makanan diukur dalam 4 hari. Oleh karena itu bumi beserta gunung-gunung telah dibuat dalam 6 hari menurut ayat 9 dan 10. Ayat 11 dan 12 mengatakan, lebih-lebih lagi langit diciptakan dalam 2 hari. Bahasa Arab kata yang digunakan pada awal ayat 11 Surah Fussilat adalah Summa yang berarti; 'kemudian' atau 'bersamaan'. Ada beberapa terjemahan Alquran, yang telah, menggunakan 'kemudian' untuk kata Summa, yang menunjukkan 'setelah itu'. Jika Summa diterjemahkan dengan kata 'kemudian' adalah salah karena total penciptaan langit dan bumi akan menjadi 8 masa yang lain akan bertentangan dengan ayat-ayat Alquran yang mengatakan langit dan bumi diciptakan dalam 6 masa dan juga akan bertentangan dengan Teori Big Bang serta ayat dari Al Qur'an Surah Al Anbiya ke 21 ayat 30 yang mengatakan bahwa langit dan bumi diciptakan secara bersamaan.
Oleh karena itu terjemahan yang benar dari kata Summa dalam ayat ini adalah “bersamaan” . Abdullah Yusuf Ali telah menterjemahkan dengan benar kata Summa atau bersamaan yang secara jelas memberikan indikasi bahwa saat bumi bersama gunung-gunung, dan lain-lain telah dibuat dalam 6 hari bersamaan dengan itu langit diciptakan dalam 2 hari. Dengan demikian total tidak menjadi 8 hari tetapi 6 hari.
Jika seorang Arsitek mengatakan bahwa ia akan membangun gedung 10 lantai dan lengkap dengan dinding nya sekitar 6 bulan dan setelah itu ia memberikan rincian proyeknya yang mengatakan bahwa basement bangunan dibangun dalam 2 bulan dan gedung 10 lantai dalam waktu 4 bulan dan secara bersamaan, pada saat basement dan gedung 10 lantai tadi dibangun, Arsitek itu juga membangun di sekeliling dari bangunan tadi beserta bangunan lain yang waktunya 2 bulan. Oleh karena itu penjelasan nya yang pertama dengan yang kedua tidak bertentangan tetapi penjelasan yang kedua memberikan pernyataan yang lebih rinci dari detil konstruksi.
3. Langit dan bumi diciptakan secara bersamaan
Alquran menjelaskan penciptaan alam semesta di beberapa tempat, kadang-kadang ia mengatakan langit dan bumi (7:54, 10:3, 11:7, 25:59, 32:4, 50:38, 57:4 ) Sementara di tempat lain ia mengatakan bumi dan langit ( 2:29, 20:4) dan ayat Surah Al Ambiya ke 21 ayat 30 yang berbicara tentang Big-Bang dan langit dan bumi diciptakan secara bersamaan.
Demikian juga dalam Surah Al-Baqarah ke 2 ayat 29 :
" Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu bersamaan itu Dia menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.."
[Al-Qur'an 2:29]
"telah dibuat untuk Anda segala sesuatu di bumi bersamaan itu(“Summa) Dia menjadikan langit tujuh lapis".
Di sini juga jika anda salah menerjemahkan kata Summa sebagai 'kemudian' maka ayat ini akan bertentangan teori Big-bang dan ayat-ayat Al Qur'an lain. Oleh karena itu terjemahan yang benar dari kata Summa adalah ‘berbarengan' atau 'bersamaan'.
Hati atau Otak yang terkunci?
Apakah Hati bertanggung jawab akan Pemikiran/Pemahaman?
Pertanyaan:
Alquran mengatakan bahwa Allah telah menutup hati orang kafir dan mereka tidak akan beriman. Ilmu Pengetahuan Sekarang memberitahu kita bahwa otaklah bertanggung jawab untuk memahami dan mempercayai bukan hati. Bukankah Alquran bertentangan dengan Ilmu Pengetahuan?
Jawaban:
1. Allah telah mengunci mati Hati orang Kafir
Alquranul Karim mengatakan:
" Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.. " [Al-Qur'an 2:6-7]
2. Kata qalb dalam bahasa Arab berarti hati atau kecerdasan
Bahasa Arab kata qalb yang digunakan dalam ayat ini berarti hati. Hal itu juga berarti kecerdasan. Jadi ayat di atas juga berarti bahwa Allah telah menutup kecerdasan dari orang-orang kafir dan mereka tidak akan memahami dan percaya.
3. Dalam bahasa Arab Hati juga digunakan sebagai pusat pemahaman
Dalam bahasa Arab kata 'hati' juga digunakan untuk pusat pemahaman.
4. Beberapa kata yang digunakan dalam bahasa Inggris memiliki arti harfiah yang berbeda
Bahkan dalam bahasa Inggris ada beberapa kata yang digunakan untuk menjelaskan sesuatu, namun arti harfiah nya berbeda. Perhatikan contoh berikut
a. Orang Gila(‘lunatic’) - ditimpa oleh bulan:
Kata ' Orang gila'(‘lunatic’) secara harfiah berarti ditimpa oleh bulan. Saat ini orang-orang menggunakan kata orang gila(‘lunatic’) untuk orang yang mentalnya tidak stabil. Orang-orang sangat tahu bahwa orang yang terganggu mentalnya bukan lah ditimpa oleh bulan. Walaupun begitu dokter medis menggunakan kata ini. Ini adalah hal yang wajar dalam evolusi bahasa.
b. Bencana (‘Disaster’) - Sebuah bintang yang jahat
Kata 'bencana'(‘Disaster’)secara harfiah berarti sebuah bintang yang jahat. Saat ini kata bencana(‘Disaster’) digunakan untuk malapetaka atau bencana yang besar atau mendadak. Kita juga sangat tahu bahwa malapetaka tidak ada hubungannya dengan bintang yang jahat.
c. Sepele (‘Trivial’) - Tiga jalan bertemu
Kata 'sepele' (‘Trivial’) secara harfiah berarti tiga jalan yang bertemu. Saat ini kata 'sepele' digunakan untuk sesuatu yang kecil atau sedikit pentingnya. Kita tahu juga jika bahwa sesuatu yang kecil atau sedikit pentingnya tidak ada hubungannya dengan tiga jalan yang bertemu.
d. Matahari terbit dan Sunset (MAtahari yang diatur)
'Sunrise' secara harfiah berarti matahari yang naik. Sekarang kita tahu ketika kata “sunrise”' digunakan sebagian besar orang tahu bahwa bumi ini berputar dan bergerak mengelilingi matahari. Sebagian besar kita tahu bahwa matahari tidak naik saat matahari terbit. Namun Astronomer pun menggunaka kata “sunrise 'matahari yang naik'. Demikian juga kita tahu bahwa selama matahari terbenam, matahari sebenarnya tidak diatur. (pen-Sunset, Sun = matahari Set = aturan Sunset=matahari yang diatur)
5. Dalam bahasa Inggris jantung adalah pusat kasih dan emosi
Dalam bahasa Inggris “heart” adalah organ dalam tubuh untuk memompa darah. Kata “heart” yang sama juga digunakan untuk pusat pikiran, cinta dan emosi. Sekarang kita mengetahui bahwa otak adalah pusat berpikir, cinta dan emosi. Namun saat mengungkap kan emosi seseorang akan berkata "Aku Cinta Kamu dari bagian bawah jantung/hati saya". Bayangkan ilmuwan berkata kepada istrinya, "Aku Cinta kamu dari bagian bawah jantung saya" dan istri membalas, "Apakah Engkau tidak mengetahui dasar-dasar ilmu pengetahuan, otak yang bertanggung jawab untuk emosi dan bukan jantung/hati? Bahkan Anda harus berkata Aku Cinta Kamu dari bagian bawah otak saya. "
6. Orang Arab mengetahui bahwa kata “hati” dalam bahasa Arab juga digunakan untuk pusat pemikiran dan pemahaman
Taksatupun Orang Arab akan mengejukan pertanyaan mengapa Allah menutup hati orang kafir karena mereka mengetahui bahwa dalam konteks ini merujuk ke pusat pikiran, pemahaman dan emosi.
Pertanyaan:
Alquran mengatakan bahwa Allah telah menutup hati orang kafir dan mereka tidak akan beriman. Ilmu Pengetahuan Sekarang memberitahu kita bahwa otaklah bertanggung jawab untuk memahami dan mempercayai bukan hati. Bukankah Alquran bertentangan dengan Ilmu Pengetahuan?
Jawaban:
1. Allah telah mengunci mati Hati orang Kafir
Alquranul Karim mengatakan:
" Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.. " [Al-Qur'an 2:6-7]
2. Kata qalb dalam bahasa Arab berarti hati atau kecerdasan
Bahasa Arab kata qalb yang digunakan dalam ayat ini berarti hati. Hal itu juga berarti kecerdasan. Jadi ayat di atas juga berarti bahwa Allah telah menutup kecerdasan dari orang-orang kafir dan mereka tidak akan memahami dan percaya.
3. Dalam bahasa Arab Hati juga digunakan sebagai pusat pemahaman
Dalam bahasa Arab kata 'hati' juga digunakan untuk pusat pemahaman.
4. Beberapa kata yang digunakan dalam bahasa Inggris memiliki arti harfiah yang berbeda
Bahkan dalam bahasa Inggris ada beberapa kata yang digunakan untuk menjelaskan sesuatu, namun arti harfiah nya berbeda. Perhatikan contoh berikut
a. Orang Gila(‘lunatic’) - ditimpa oleh bulan:
Kata ' Orang gila'(‘lunatic’) secara harfiah berarti ditimpa oleh bulan. Saat ini orang-orang menggunakan kata orang gila(‘lunatic’) untuk orang yang mentalnya tidak stabil. Orang-orang sangat tahu bahwa orang yang terganggu mentalnya bukan lah ditimpa oleh bulan. Walaupun begitu dokter medis menggunakan kata ini. Ini adalah hal yang wajar dalam evolusi bahasa.
b. Bencana (‘Disaster’) - Sebuah bintang yang jahat
Kata 'bencana'(‘Disaster’)secara harfiah berarti sebuah bintang yang jahat. Saat ini kata bencana(‘Disaster’) digunakan untuk malapetaka atau bencana yang besar atau mendadak. Kita juga sangat tahu bahwa malapetaka tidak ada hubungannya dengan bintang yang jahat.
c. Sepele (‘Trivial’) - Tiga jalan bertemu
Kata 'sepele' (‘Trivial’) secara harfiah berarti tiga jalan yang bertemu. Saat ini kata 'sepele' digunakan untuk sesuatu yang kecil atau sedikit pentingnya. Kita tahu juga jika bahwa sesuatu yang kecil atau sedikit pentingnya tidak ada hubungannya dengan tiga jalan yang bertemu.
d. Matahari terbit dan Sunset (MAtahari yang diatur)
'Sunrise' secara harfiah berarti matahari yang naik. Sekarang kita tahu ketika kata “sunrise”' digunakan sebagian besar orang tahu bahwa bumi ini berputar dan bergerak mengelilingi matahari. Sebagian besar kita tahu bahwa matahari tidak naik saat matahari terbit. Namun Astronomer pun menggunaka kata “sunrise 'matahari yang naik'. Demikian juga kita tahu bahwa selama matahari terbenam, matahari sebenarnya tidak diatur. (pen-Sunset, Sun = matahari Set = aturan Sunset=matahari yang diatur)
5. Dalam bahasa Inggris jantung adalah pusat kasih dan emosi
Dalam bahasa Inggris “heart” adalah organ dalam tubuh untuk memompa darah. Kata “heart” yang sama juga digunakan untuk pusat pikiran, cinta dan emosi. Sekarang kita mengetahui bahwa otak adalah pusat berpikir, cinta dan emosi. Namun saat mengungkap kan emosi seseorang akan berkata "Aku Cinta Kamu dari bagian bawah jantung/hati saya". Bayangkan ilmuwan berkata kepada istrinya, "Aku Cinta kamu dari bagian bawah jantung saya" dan istri membalas, "Apakah Engkau tidak mengetahui dasar-dasar ilmu pengetahuan, otak yang bertanggung jawab untuk emosi dan bukan jantung/hati? Bahkan Anda harus berkata Aku Cinta Kamu dari bagian bawah otak saya. "
6. Orang Arab mengetahui bahwa kata “hati” dalam bahasa Arab juga digunakan untuk pusat pemikiran dan pemahaman
Taksatupun Orang Arab akan mengejukan pertanyaan mengapa Allah menutup hati orang kafir karena mereka mengetahui bahwa dalam konteks ini merujuk ke pusat pikiran, pemahaman dan emosi.
Kategori :
FAQ by Non Muslim Who Have Islam Knowledge
Dari Sperma atau dari tanah?
Apakah manusia diciptakan dari sperma atau dari tanah?
Pertanyaan:
Di satu tempat Al Qur'an menyebutkan bahwa manusia dibuat dari sperma dan di tempat lain ia menyebutkan bahwa manusia dibuat dari tanah. Apakah kedua ayat itu tidak bertentangan? Bagaimana Anda dapat membuktikan secara ilmiah bahwa manusia itu terbuat dari tanah?
Jawaban:
1. Manusia diciptakan dari sperma dan tanah
Alquran menyatakan awal penciptaan manusia dari setetes sperma, dalam beberapa ayat termasuk ayat berikut dari Surah Al-Qiyamah :
" Bukankah dia dahulu setetes sperma yang dipancarkan "? [Al-Qur'an 75:37]
Alquran juga menyebutkan di ayat lain bahwa manusia diciptakan dari tanah. Ayat ini referensi awal penciptaan manusia:
“…. Kami telah menjadikan kamu dari tanah, "[Al-Qur'an 22:5]
Sekarang kita mengetahui bahwa semua unsur yang ada dalam tubuh manusia (yaitu unsur pembangun tubuh manusia), semua ada di bumi(tanah) dalam jumlah besar atau kecil. Ini adalah penjelasan ilmiah bagi ayat Alquran yang mengatakan bahwa manusia diciptakan dari tanah.
Dalam ayat yang lain Al Qur'an mengatakan bahwa manusia diciptakan dari sperma, sedangkan di ayat lain mengatakan bahwa manusia diciptakan dari tanah. Namun ini bukan merupakan kontradiksi. Kontradiksi berarti pernyataan, yang berlawanan atau bertentangan dan keduanya tidak saling mendukung.
2. Manusia diciptakan dari air
Di ayat tertentu Alquran juga mengatakan bahwa manusia diciptakan dari air. Misalnya dalam Surah Al-Furqan ia mengatakan:
" Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, ... ". [Al-Qur'an 25:54]
Ilmu Pengetahuan telah membuktikan bahwa tiga pernyataan itu semuanya benar. Manusia diciptakan dari sperma, tanah dan air.
3. Ini bukan Kontradiksi tetapi Kontradistingsi
Misalnya saya mengatakan bahwa untuk membuat secangkir teh , seseorang butuh air. Orang itu juga butuh-daun teh atau teh bubuk. Kedua pernyataan tidak bertentangan karena keduanya, air dan daun teh dibutuhkan untuk membuat secangkir teh. Selain itu jika saya ingin teh manis bahkan saya dapat menambahkan gula.
Dengan demikian tidak ada kontradiksi dalam Al Qur'an ketika ia mengatakan bahwa manusia diciptakan dari sperma, tanah dan air. Ini bukan kontradiksi tetapi Kontradistingsi. Kontradistingsi berarti berbicara tentang dua hal yang berbeda atas objek yang sama tapi tidak bertentangan.
Misalnya jika saya katakan bahwa orang itu selalu berkata jujur dan kebiasaan nya adalah berbohong, itu merupakan kontradiksi, tetapi jika saya katakan bahwa orang itu selalu jujur, baik dan penuh kasih, maka itu adalah Kontradistingsi.
Pertanyaan:
Di satu tempat Al Qur'an menyebutkan bahwa manusia dibuat dari sperma dan di tempat lain ia menyebutkan bahwa manusia dibuat dari tanah. Apakah kedua ayat itu tidak bertentangan? Bagaimana Anda dapat membuktikan secara ilmiah bahwa manusia itu terbuat dari tanah?
Jawaban:
1. Manusia diciptakan dari sperma dan tanah
Alquran menyatakan awal penciptaan manusia dari setetes sperma, dalam beberapa ayat termasuk ayat berikut dari Surah Al-Qiyamah :
" Bukankah dia dahulu setetes sperma yang dipancarkan "? [Al-Qur'an 75:37]
Alquran juga menyebutkan di ayat lain bahwa manusia diciptakan dari tanah. Ayat ini referensi awal penciptaan manusia:
“…. Kami telah menjadikan kamu dari tanah, "[Al-Qur'an 22:5]
Sekarang kita mengetahui bahwa semua unsur yang ada dalam tubuh manusia (yaitu unsur pembangun tubuh manusia), semua ada di bumi(tanah) dalam jumlah besar atau kecil. Ini adalah penjelasan ilmiah bagi ayat Alquran yang mengatakan bahwa manusia diciptakan dari tanah.
Dalam ayat yang lain Al Qur'an mengatakan bahwa manusia diciptakan dari sperma, sedangkan di ayat lain mengatakan bahwa manusia diciptakan dari tanah. Namun ini bukan merupakan kontradiksi. Kontradiksi berarti pernyataan, yang berlawanan atau bertentangan dan keduanya tidak saling mendukung.
2. Manusia diciptakan dari air
Di ayat tertentu Alquran juga mengatakan bahwa manusia diciptakan dari air. Misalnya dalam Surah Al-Furqan ia mengatakan:
" Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, ... ". [Al-Qur'an 25:54]
Ilmu Pengetahuan telah membuktikan bahwa tiga pernyataan itu semuanya benar. Manusia diciptakan dari sperma, tanah dan air.
3. Ini bukan Kontradiksi tetapi Kontradistingsi
Misalnya saya mengatakan bahwa untuk membuat secangkir teh , seseorang butuh air. Orang itu juga butuh-daun teh atau teh bubuk. Kedua pernyataan tidak bertentangan karena keduanya, air dan daun teh dibutuhkan untuk membuat secangkir teh. Selain itu jika saya ingin teh manis bahkan saya dapat menambahkan gula.
Dengan demikian tidak ada kontradiksi dalam Al Qur'an ketika ia mengatakan bahwa manusia diciptakan dari sperma, tanah dan air. Ini bukan kontradiksi tetapi Kontradistingsi. Kontradistingsi berarti berbicara tentang dua hal yang berbeda atas objek yang sama tapi tidak bertentangan.
Misalnya jika saya katakan bahwa orang itu selalu berkata jujur dan kebiasaan nya adalah berbohong, itu merupakan kontradiksi, tetapi jika saya katakan bahwa orang itu selalu jujur, baik dan penuh kasih, maka itu adalah Kontradistingsi.
Kategori :
FAQ by Non Muslim Who Have Islam Knowledge
Langganan:
Postingan (Atom)