Mengenai Saya

Artikel-Artikel yang saya posting ini adalah Pertanyaan -pertanyaan yang sering diajukan (FAQ=Frequently Asked Question) kepada Umat Islam baik oleh Muslim dan Non Muslim. ini adalah sebagian besar adalah sumber nya dari WWW.IRF.net pada bagian FAQ yang sudah saya terjemahkan. tujuan dari artikel ini sendiri tidak bermaksud menjelek-jelekkan agama lain tapi sebatas pada pembelaan dengan memberikan jawaban terhadap pertanyaan seputar Islam dan Mencari Kebenaran. Terima Kasih jika Anda bersedia memberikan komentar dengan kata kata yang baik.

Senin, Maret 16, 2009

KIsah Pengangkatan Isa as

KISAH PENGANGKATAN ISA AS KELANGIT DALAM LINDUNGAN ALLAH SWT DAN PENJELASAN TENTANG KEBOHONGAN KAUM YAHUDI DAN NASRANI IHWAL PENYALIBAN ISA AS.

Allah SWT menerangkan kepada kita bahwasanya Dia telah mengangkat Isa AS, setelah membuatnya terlelap dalam tidur, sebagaimana diterangkan dalam Hadist shahih, serta menyelamatkannya dari kejaran orang Yahudi, yang telah menjelek-jelekkan namanya kepada raja dimasa itu.



Hasan BAsri dan Muhammad bin Ishaq berkata : Orang yang telah ditunjuk untuk membunuh dan menyalib Isa AS adalah Daud bin Nora. Akhirnya mereka telah bersepakat untuk mengepung nabi Isa AS dalam sebuah rumah dekat Baitul MAqdis pada saat waktu Isya malam Sabtu. Ketika mereka masuk kedalam rumah tersebut, Allah SWT menyerupakan wajah salah seorang dari mereka yang hadir pada saat itu dengan wajah Isa AS, sementara ia sendiri telah diangkat melalui lubang angin yang ada di rumah itu dan orang-orang hanya dapat menyaksikannya saja.

Tak lama kemudian polisi kerajaan masuk ke dalam rumah itu dan melihat pemuda yang wajahnya telah diserupakan mirip dengan wajah nabi Isa AS. Tanpa membuang-buang waktu lagi, mereka menangkapnya dengan dugaan bahwa pemuda itu adalah nabi Isa AS yang sesungguhnya. Lalu mereka menyalibnya di atas sebilah kayu dan meletakkan duri-duri di kepalanya sebagai penghinaan terhadap dirinya. Disinilah peran licik orang Yahudi mulai bermain, yaitu dengan cara mengabarkan kepada orang-orang NAsrani yang tidak mengetahui peristiwa itu dengan sebenar-benarnya, bahwa nabi Isa AS telah tersalib. Akhirnya mereka telah menjadi sesat dan menyimpang dari ajaran agamanya, karena mereka meyakini bahwa nabi mereka, Isa AS , benar-benar telah disalib pada sebilah papan kayu.

Firman Allah SWT :
“ tidak ada seorangpun dari ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa AS ) sebelum kematiannya “( An-Nisa : 159)

Maksud ayat ini adalah bahwa setiap orang Yahudi dan NAsrani akan beriman kepada nabi Isa AS sebelum wafatnya, yaitu setelah turun dari langit menuju ke bumi pada akhir masa sebelum hari kimat, bahwa ia adalah rasul Allah SWT dan bukan anak Allah SWT. Ia turun ke bumi untuk membunuh babi , mematahkan salib, dan menghapus upeti serta tidak menerima kecuali agama Islam.

Ada sebuah kisah dalam hadsit nabi berkenaan dengan pengangkatan Isa AS : Ibnu Hatim berkata ketika Allah SWT akan mengangkat Isa AS ke langit, beliau keluar untuk menemui para pengikutnya yang berjumlah 12 orang. Kemudian beliau berkata kepada mereka, “Ada diantara kalian yang akan kufur kepadaku dua belas kali setelah sebelumnya ia telah beriman kepadaku. Maka adakah diantara kalian yang bersedia wajahnya diserupakan dengan wajahku, untuk dijadikan sebagai penggantiku hingga ia akan sama derajatnya denganku nanti.” Tak lama kemudian seorang lelaki yang paling muda duduk diantara mereka berdiri dan berkata, “ Duduk” Kemuian beliau mengulangi perkataannya sekali lagi kepada mereka, maka pemuda itu tetap bangun dan berkata,” aku bersedia,” Akhirnya beliau berkata, “ Baiklah, kamu yang akan melakukan hal itu. “ Akhirnya pemuda tersebut diserupakan wajahnya dengan wajah Nabi Isa AS sementara itu beliau diangkat ke atas langit melalui lubang angin di rumah tersebut.

Ibnu Hatim berkata, Maka tak lama kemudian orang Yahudi datang dan menangkap pemuda tersebut, lalu membunuh dan menyalibnya pada sebilah papan kayu. Akhirnya dua belas pengikut setianya, yang dulu beriman dan sekarang menjadi kafir karenanya, terpisah menjadi tiga kelompok; Kelompok pertama berpendapat, dulu Tuhan bersama kami, kemudia ia telah naik keatas langit. Mereka adalah kelompok Ya’ qubiyyah. Kelompok yang kedua berpendapat, dulu anak tuhan bersama kami , akan tetapi sekarang tuhan telah mengangkatnya ke langit. Mereka itulah kelompok Nasturriyah. Kelompok yang ketiga berpendapat, dulu hamba dan rasul Tuhan bersama kami, akan tetapi sekarang Allah SWT telah mengangkatnya ke atas langit. Mereka itulah kelompok Muslim. Kemudian setelah itu kedua kelompok yang kafir, yaitu Ya ‘qubiyyah dan Nasturriyah, terus menerus berkonspirasi untuk menyerang dan mengahncurkan kelompok orang yang beriman, hingga pada akhirnya Allah SWT mengutus Muhammad SAW.

Demikianlah sanad yang shahih kepada Ibnu Abbas menurut syarat imam Muslim. Sementara itu Imam Nasai meriwayatkan dari Abu Kuraib, Abu KUraib menerimanya dari Abu Mu ‘awiyyah sama seperti cerita diatas. Dan Ibnu Jarir meriwayatkan nya dari Muslim bin JAnadah, Muslim bin Janadah menerimanya dari Abu Mua’ wiyah.

Ada beberapa ulama salaf yang menyebutkan hal itu secara mendetil, diantaranya adalah Muhammad bin Ishaq bin Yasar…
Ia berkata, Nabi Isa AS selalu berdoa dan memohon kepada Allah SWT agar dipanjangkan umurnya, agar beliau dapat menyampaikan risalahnya dan menyempurnakan da ‘wahnya hingga akhirnya banyak manusia yang masuk kedalam Agama Allah SWT. Sebagian ulama berpendapat bahwa nabi Isa AS mempunyai dua belas orang pengikut laki-laku yang setia kepadanya, mereka itu adalah : Petrus, Ya ‘kub bin Zabda, Yohanes adik Ya’kub, Andreas, Philipus, Abartalama, Mata, Thomas, Ya ‘kub bin Halqia, Tadeus, Fatatiya, Yudas Iskariot, dan orang terakhir inilah yang memberitahukan orang Yahudi kepada Nabi Isa AS.

Ibnu Ishak berkata, “ Diantara para pengikut Isa AS ada seorang lelaki lain bernama Sargas yang sengaja disembunyikan oleh orang NAsrani dan dialah orang yang diserupakan wajahnya dengan wajah Isa AS, hingga akhirnya ia disalib.”
Ada juga yangmengatakan sebagian orang NAsrani menduga bahwa yang diserupakan wajahnya dan disalib adalah Yudas Eskariot. Wallahu ‘alam.

Jumlah sahabat Nabi Isa AS adalah 12 orang, namun jumlah ini ditolak oleh kaum Nasran, karena kaum Nasrani tidak mengakui adanya orang yang dimiripkan dengan Isa AS. Ibnu Ishak berkata, “ Saya tidak tahu apakah Sargas itu termasuk yang 12 orang atau 13 orang, “ Yudaslah yang dibunuh dan dijadikan mirip Isa AS bagi kaum Yahudi. Orang-orang Yahudi yang membunuh Yudas tidak mengetahui rupa Isa AS sehingga mereka meberi Yudas Iskariot 30 keping uang perak agar ia mau memberitahu cirri-ciri Isa AS.

Yudas berkata kepada kaum Yahudi, “ Jika kalian masuk ke tempatnya, maka saya akan menciumnya. Orang yang saya ciumlah yang harus kalian tangkap.”

Ketika orang-orang Yahudi masuk, Isa AS telah diangkat kelangit, dan Sargas tampak seperti Isa AS, maka tidak diragukan lagi bahwa ia adalah Isa AS. Kemudia Yudas mendesak dan mencium Sargas yang ia kira sebagai Isa AS As. Lalu orang-orang Yahudi menangkap dan menyalibnya. Kemudian Yudas Iskariot menyesali perbuatannya, lalu ia gantung diri dengan tambang. Yudas dilaknat oleh kaum Nasrani. Sebagian kaum NAsrani berpandangan bahwa Yudas Iskariotlah yang diserupakan dengan Isa AS seperti pandangan kaum Yahudi yang kemudian disalib.

Yudas berkata “ Bukankah aku teman kalian dan akulah yan menunjukkan Isa AS kepda kalian”
Dengan demikian, hanya Allah SWT yang tahu siapakah yang telah diserupakan dengan Isa AS.
Demikianlah, Isa AS telah diangkat kelangit dalam keadaan hidup.

Ibnu Jariri berkata : Pada suatu ketika nabi Isa AS dan para pengikutnya sedang berkumpul disebuah tumah. Tiba-tiba datang sekelompok orang yang mengepung rumah tersebut dan masku kedalamnya. Sesampainya didalam, mereka mendapatkan semua wajah para pengikut nabi Isa AS telah diserupakan oleh Allah SWT dengan nabi Isa AS. Lalu mereka berseru “ APakah kalian menyihir kami. Cepat tunjukkan kepada kami siapakah diantara kalian yang memang benar , kalau tidak, kami akan membunuh kalian semua.” Namun tidak ada seorangpun yang mau menunjukkan kepada mereka, hingga akhirnya nabi Isa AS berkata, “ Adakah diantara kalia yang rela membeli dirinya untuk hari kiamat kelak?” Seorang pria muda berkata, “ Aku siap itu. “ Kemudian ia, yang wajahnya telah diserupakan seperti wajah nabi Isa AS, keluar untuk menemui mereka. Akhirnya ia ditangkap oleh sekelompok orang tersebut, lalu dibunuh dan disalib pada sebilah papan kayu. Dengan demikian mereka menduga, bahwa mereka telah berhasil membunuh Isa AS. Kaum Nasranipun mengira bahwa yang dibunuhnya adalah memang benar-benar Isa AS, padahal yang sesungguhny, pada saat itu pula, Allah SWT telah mengangkatnya ke langit.

Al hafidz bin Asakir telah bercerita tentang kisah penyaliban dari Yahya bin Habib, bahwa Maryam ingin berziarah ke makam Isa AS.kemudian ia mengajak ibunya Yahya AS untuk menyertainya, “ Maukah kamu menemaniku ke makam Isa AS ?”tanyanya. akhirnya keduanya berangkat menuju makam Isa AS.

Ketika mereka berdua mendekati makam tersebut, tiba-tiba Maryam berkata berkata kepada ibu Yahya AS, “ Sebaiknya kita bersembunyi terlebih dahulu” (pen- karena Maryam melihat ada seorang lelaki)

Dengan penuh keheranan ibu kandung Yahya bertanya : “ Kenapa kita harus bersembunyi, bukankah tidak ada orang lain selain kita berdua?”

Akhirnya Maryam tahu bahwa laki-laki itu adalah malaikat Jibril. Sementara itu Maryam dan ibu kandung Yahya AS pergi mendekati makam itu, lalu Jibril bertanya kepadanya “Hai Maryam, apa yang akan kamu lakukan?”

Maryam menjawab, “ Aku ingin menziarahi makam anakku, Isa AS Al-Masih.”

Jibril berkata, “ Hai Maryam, ketahuilah oleh mu bahwa ini bukanlah makamnya Isa AS Karena Allah SWT telah mengangkatnya ke langit dan mensucikannya dari orang-orang kafir. Sedangkan oranglelaki yang dibunuh dan disalib tiu hanya wajahnya saja yang diserupakan dengan wajah Isa AS. Kalau kamu ingin mengetahui bukti, carilah sebuah keluarga yang salah satu anggota keluarganya hilang dan belum kembali. Mereka selalu saja menangis karena mereka tidak tahu apa yang telah terjadi dengannya. Kalau kamu ingin bertemu Isa AS, anakmu itu, maka datanglah kesebuah hutan pada hari ini dan ini”

Lalu Maryam pergi menemui ibu kandung Yahyadan menceritakan tentang apa yang diberitakan Jibril kepadanya. Hingga pada hari yang ditentukan, Maryam pergi ke hutan yang telah disebutkan Jibril dan bertemu dengan Isa AS, anaknya itu.

Ketika Isa AS melihat kedatangan ibunya tersebut, ia pun menyambutnya dengan penuh sukacita dan dicium kening ibunya seraya berkata “ Wahai ibunda, sebenarnya orang-orang itu tidak membunuhku, akan tetapi Allah SWT telah mengangkatku ke langit dan mengizinkan untuk bertemu dengamg.wahai ibuku…. Bersabar dan berdzikirlah selalu kepada Allah SWT, karena sesungguhnya sebentar lagi kematian itu akan menjemputmu. “ Kemudian Isa AS naik ke langit sedangkan MAryam tidak pernah lagi bertemu dengannya, setelah pertemuan itu sampai ajal menjemputnya.

Al-Hafidz bin Asakir berkata, “ Yang aku ketahui mengenai kisah setelah itu adalah bahwa Maryam tetap hidup selama lima tahun setelah pertemuan terakhirnya dengan Isa AS di hutan itu dan meninggal pada usia 53 tahun”

Hasan Basri berkata, Umur Nabi Isa AS ketika diangkat oleh Allah SWT kelangit adalah tiga puluh empat tahun. Dalam sebuah hadist nabi disebutkan “ Para penduduk surga kelihatan masih mud, enerjik dan berusia antara tiga puluh tiga tahun.” Ada juga yang berpendapat 40 tahun. Wallahu ‘alam….

Disebutkan juga dalam hadist yang lain, “ Kondisi para penhuni serga seumur dengan nabi Isa AS dan setampan nabi Yusuf AS.”

Adh Shahhak meriwayatkan sebuah hadist dari Ibnu Abbas bahwasanya Isa AS didatangi awan putih ketika ia akan diangkat ke langit, hingga mendekat kepadanya dan akhirnya ia duduk di atas awan putih tersebut. Tak lama kemudian Maryam menghampirinya seraya mengucapkan kata” Selamat Jalan, hai anakku” dan menangis. Sebelum diangkat ke atas laingit, Isa AS melemparkan kainnya kepada ibunya dan berkata, “ Wahai ibuku, ini kainku sebagai tanda mata antara aku dan kamu pada hari kiamat kelak” Lalu ia lemparkan sorbannya kepada sahabatnya, Syam’un. Ibunya terus melambaikan tangannya kepadanya hingga ia menghilang dari pandangan matanya.

Ishak bin basyar menceritakan sebuah kisah yang ia terima dari Mujahid bin Jubaer bahwasanya ketiak orang-orang Yahudi menyalib orang laki2 yang wajahnya telah diserupakan dengan Isa AS, sedangkan mereka dan mayoritas kaum Nasrani kala itu menduga bahwa ia memang benar-benar Isa AS, disamping itu mereka jug amnyiksa dan menganiaya para pengikut setianya, sampailah kabar tersebut kepada penguasa Romawi yang pada saat itu berasa di Damaskus.kemudian sang raja mendengar bahwa orang2 Yahudi telah mengejar dan menangkap para pengikut seorang lelaki yang mengaku sebagai utusan Tuhan yang mana ia dapat menghidupkan orang mati, menyembuhkan penyakit lepra dan kusta, serta dapatmembuat hal-hal lian yang menakjubkan, maka ia mengirim beberapa tentaranya untk membawa para pengikutnya ke istana raja, diantara mereka adalah : Yahya bin Zakaria dan Syam ‘un.

Sesampainya mereka di istana kerajaan, penguasa Romawi tersebut bertanya kepad amereka tentang perihal Isa AS. Lalu mereka menerangkan kepadanya tentang misi dan da ‘wah Isa AS kepada Bani Israil. Mendengar keterangan tentang Isa AS tersebut, sang raja nampak kagum dan terpesona, hingga khirnya ia berbaita kepada mereka untuk memeluk agama nabi Isa AS. Dengan masuknya seorang penguasa Romawi ke dalam agama Isa AS, maka mulai saat itu naik pamorlah agama dan kaum NAsrani.

Kemudian sang raja menitahkan kepadap ara pengawalnya untuk membawapalang aku –tempat yang diserupak Isa AS – ke istananya di kota Damaskus untuk dijadikan sesuatu yang pantas diagungkan. Maka sejak saat itulah kaum Nasrani mulai memuliakan dan mengagungkan salib tersebut. Dan dari sinilah agama Nasrani masuk ke kerajaan Romawi.
Dalam masalah ini ada beberapa teori :
1. Yahya bin Zakaria tidak mengakui bahwa orang lelaki yang disalib itu Isa AS karena ia ma’shum dapat mengetahui mana yang benar
2. orang2 Romawi belum memeluk agama NAsrani kecuali tiga ratus tahun setelah masehi, yaitu pada masa Kistantin bin Kostin, yangmendirikan kota Konstatinopel.
3. setelah membunuh dan menyalib orang lelaki itu, orang2 Yahudi membuang dan melemparkannya beserta dengankayu palangnya ke suatu tempat pembuangan sampah dan berbagai macam kotoran lainnya. Hingga pada akhirnya dim as Kistantin, ratu Hailanah Al HUranniyah Al Funduqoniyyah, ibu raja Kistantin, memerintahkan para pengawalnya untuk mengeluarkan mayat lelaki yang disalib itu –karena ia berkeyakinan bahwa lelaki itu adalah Al-Masih- dari tumpukan sampah dan berbagai macam kotoran lainnya. Kemudian mereka membersihkan sampah itu untuk menemukan jasad lelaki yang disalib tersebut.

Pada akhirnya mereka menemukan palang kayu tempat dimana lelaki tersebut disalib. Anehnya, menurut cerita, mayat lelaki tersebut tidak mengeluarkan bau busuk sama sekali. Hanya Allah SWT yang maha tahu apakah memang benar atau tidak?. Atau mungkin saja Karena orang lelaki ini adalah orang sholih sehingga jasadnya tidak dapat membusuk atau mungkin sebgai ujian bagi kaum Nasrani pada masa itu hingga khirnya mereka mengagungkan dan memuliakan palang kayu tersebut sertamenghiasi dengan berbagai macam emas dan perhiasan mahal lainnya. Dan dari sinilah awalnya, orang2 Nasrani mulai menjadikan salib-salib itu sesuatu yang dapat diambil berkah dan keramatnya.

Selain itu ratu Hailanah memerintahkan pula agar sampah dan kotoran-kotoran lainnya disingkirkan dari tempat itu dan sebgai gantinya didirikanlah sebuah gereja megah yang penuh berbagai hiasan dan gereja itukini sangat popular di kota YErussalem dengan sebutan gereja Qumamah (sampah) karena dahulu adalah tempat pembuangan sampah. Ada juga yang menamainya sebagai gereja Qiyamah (bangkit) dimana jasad Al-Masih bangkit kembali-setelah terkubur dalam tumpukan sampah.

Setelah ratu Hailanah memereintahkan para pengawalnya untuk memindahkan sampah dan kotoran lainnya ke batu karang (the rock) tempat di mana ada kiblatnya orang-orang Yahudi.

Baru pada masa Umar bin Khatthab membuka kota Yerussalem, beliau membersihkan sampah-sampah dan kotoran lainnya dari batu karang tersebut. Kemudian setelah itu beliau bangun sebuah masjid, dibelakang batu karang tersebut, pada tempat dimana rasulullah pernah melakukan shalat bersama para nabi lainnya, dan dikenal hingga saat kini dengan nama masjid Umar bin Khaththab.

Tiga ratus tahun setelah diangkatnya Isa AS ke atas langit, para PAtriak, uskup agung, pemimpin gereja, pendeta berselidih pendapat entang Isa AS yang tidak mungkin diselesaikan antar mereka. Akhirnya merek aberkumpul-mereka itulah yang dikenal sebagai rapat para pemimpin agama Kristen / Nasrani (Sinode) yang pertama- dan meminta saran kepada kaisar Konstantin, untuk membantu mereka dalam memutuskan masalah ini. Tanpa diduga sebelumnya oleh mereka, bahwa akhirnya kaisar Konstantin memutuskan bahwa ia berpihak kepadapendapat yang mayoritas pendukungnya, dan ternyata pendapat yang mengatakan bahwa Isa AS itu uthn dan anak tuhan yang mayoritas.

Namun dari sekian banyak pengikut Isa AS yang menyimpang dan menyeleweng dari ajaran nabinya, ada satu kelompok dibawah kepemimpinan Abdullah bin Arbus yang tetap mendeklarasaikan dan bertanggung jawab, bahwa Isa AS itu adalah hamba Allah SWT dan rasul Nya. Mereka hidup terisolasi di gurun-gurun, padang pasirm dan perkampungan sepi lainnya. Mereka mendirikan biara dan rumah ibadah, merasa puas dengan pola kehidupan asketisme dan tidak mau terlibat dengan kehidupan keberagaman kelompok-kelompok lain yang sesat dan menyesatkan.

Kaisar konstantin telah membangun kota Bethlehem tempat dimana Isa AS dilahirka, sedangkan ratu Hailana, ibu kaisar KOnstantin mendirikan gereja Qumamah diatas kuburan orang lrlaki yang disalib, yang diyakini sebagai Isa AS. Padahakikatnya mereka itui telah tersesat dari jala yang benar, mereka juga membuat undang2 yang bertentangan dengan hukum taurat.

Wallahu ‘alam

Sabtu, Februari 14, 2009

Allah dalam berbagai bahasa

Air disebut dengan berbagai nama dalam bahasa yang berbeda - Tuhan disebut dengan nama yang berbeda sebagai Allah, RAM atau YESUS

Pertanyaan:
Air disebut dengan nama yang berbeda di banyak bahasa: dalam bahasa Inggris sebagai water, dalam bahasa Hindi sebagai paani, bahasa Tamil sebagai tanni. Begitu juga dengan nama Tuhan disebut dengan Nama Allah, Ram, atau Yesus . Apakah itu sama atau berbeda?

Jawaban:

1. Kepunyaan Allah-lah nama-nama yang paling indah

Alquranul Karim mengatakan dalam Surah Isra bab 17 ayat 110

" Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik)... "
[Al-Qur'an 17:110]

Anda dapat memanggil Allah dengan nama apapun, namun harus nama yang indah, tidak sama dengan sifat manusia, dan harus memiliki kualitas yang hanya dimiliki Allah.

2. Air disebut dengan nama yang berbeda dalam bahasa yang berbeda, tetapi air dalam bahasa yang satu tidak dapat diartikan dengan air dalam bahasa yang lain.

Anda dapat menyebut air dengan berbagai nama dalam bahasa yang berbeda, seperti water dalam bahasa Inggris, paani dalam bahasa Hindi, tanni dalam bahasa Tamil, Mai dalam bahasa Arab, apah dalam bahasa Sanskerta, jal dalam bahasa Hindi Shudh, jal atau paani dalam bahasa Gujrati, pandi dalam bahasa Mimpi, Neer dalam bahasa Kanada , Neeru dalam bahasa Telugu, vellam dalam bahasa Malayalam, dll. Jika seseorang memberitahu saya bahwa temannya menasehati dia supaya dia meminum segelas paani setiap pagi, tetapi ia tidak bisa minum paani karena jika dia minum dia akan muntah. Selanjutnya dia mengatakan bahwa paani berbau busuk dan warnanya kekuning-kunigan. Kemudian saya menyadari bahwa apa yang dia maksudkan dengan paani bukan air tetapi urin (air kencing). Dengan demikian Anda dapat menyebut air dengan berbagai nama asal maksudnya sama namun anda tidak dapat menyamakan air dari bahasa satu ke bahasa yang lain seperti contoh paani dan air tadi.

Orang mungkin berpikir bahwa contoh tersebut adalah tidak realistis dan saya setuju dengan orang itu karena bahkan orang dungu pun mengetahui perbedaan antara air dan air kencing. Dia disebut bodoh jika jika menyebut urin(air kencing) dengan air. Demikian juga jika ada orang yang mengetahui konsep yang benar dari Allah, melihat orang menyembah tuhan palsu, dia secara alami heran bagaima orang tersebut tidak tahu antara tuhan yang asli dan tuhan yang palsu.

3. Kemurnian Emas tidak dibuktikan dengan nama yang berbeda dalam berbagai bahasa tetapi dengan menggosok nya dengan Batu Penguji.

Dengan cara yang sama, emas disebut dalam Sona bahasa Hindi, Gold dalam bahasa Inggris, dhahaba dalam bahasa Arab. Walaupun semua orang tahu berbagai nama untuk emas, jika seseorang ingin menjual emas kepada Anda dan ia mengatakan emas ini murni 24 karat, Anda tidak akan langsung percaya, tanpa memeriksanya ke tukang emas. Tukang emas itu membuktikan apakah itu emas atau bukan dengan bantuan sebuah Batu Penguji. Perhiasan yang kuning dan berkilau belum tentu emas karena tidak semua yang berkilau itu emas.

4. Surah Ikhlas adalah Batu Penguji untuk Tuhan.

Demikian pula, sesuatu yang disebut “Tuhan” tidak dapat diterima sebagai tuhan yang benar tanpa membuktikannya dengan Batu Penguji. Batu Penguji untuk Tuhan, disebutkan dalam Al Qur'an Surah Ikhlas ke 112 yang mengatakan:
`
" 001. Katakanlah: "Dia-lah Tuhan , Satu-satunya,

002. Tuhan yang benar-benar kekal.

003. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,

004. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia'''
[Al-Qur'an 112:1-4]

5. Setiap calon yang lulus dalam ujian ini dapat disebut Tuhan.

Setiap calon yang mengaku sebagai Tuhan dan harus cocok dengan 4 baris ayat diatas, sebagai ujian, berhak untuk dipanggil Tuhan dan disembah sebagai Tuhan.

Misalnya ada orang gila yang mengtakan bahwa Muhammad (SAW) adalah Tuhan, (Naudzubillah). Mari kita mengujinya dengan ujian dari Surah Al-Ikhlas

i. " Kul hu allah hu ahad " - Katakanlah Dia adalah Tuhan satu-satu nya;

Apakah Muhammad (SAW) satu-satunya (rasul)? Tidak! dia bukanlah satu-satunya rasul. Ada banyak rasul lainnya.

ii. "Allah hus Samad" - Allah yang Benar-Benar Kekal,;

Kita tahu bahwa Muhammad (SAW) telah mengalami banyak kesulitan. Walaupun ia adalah utusan Allah SWT yang Maha Kuasa, dia meninggal pada usia 63 tahun dan telah dimakamkan di Madinah.

iii. " Lam ya lid wa lam yulad " - Dia tidak dilahirkan dan tidak melahirkan ;

Kita tahu bahwa Muhammad SAW dilahirkan di Mekah dan orang tuanya adalah Aminah dan Abdullah. Dia bahkan memiliki beberapa anak yaitu Fatimah, Ibrahim (semoga Allah meridhai mereka), dll

iv. " Wa lam ya kullahu kufuwan ahad " - Dan tidak ada yang sama seperti Dia

Walaupun semua orang Muslim mencintai dan menghormati Nabi (SAW) dan disuruh untuk mengikuti setiap perintah-Nya, namun Anda tidak akan dapat menemukan satupun Muslim di seluruh dunia, yang pernah berkata bahwa Muhammad (SAW) adalah Tuhan. Islam adalah agama, "La illaha illallah Muhammadur Rasulullah", yang berarti bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad (SAW) adalah utusan Allah. Hal ini diulang lima kali sehari selama panggilan untuk sholat sehingga Muslim diingatkan setiap hari bahwa Muhammad SAW hanyalah seorang rasul dan hamba Allah, dan bukan lah Tuhan(Allah SWT).

6. Verifikasi Tuhan yang anda sembah.

Sekarang kami telah menjelaskan kepada anda bagaimana menggunakan batu penguji untuk Tuhan sudah menjadi tugas semua orang untuk memverifikasi dengan batu penguji ini, apakah mereka menyembah tuhan yang benar atau tuhan palsu.

Allah dalam kitab suci agama lain

Apakah Allah disebutkan dalam Kitab Suci lain?

Pertanyaan:

"Allah" adalah nama yang paling sesuai untuk “Tuhan” dalam Al Qur'an. Apakah nama Allah ini disebutkan dalam kitab agama lain selain Kitab Suci Al Qur'an?

Jawaban:

Hampir semua Kitab Suci agama besar di dunia mengandung kata "Allah" sebagai salah satu nama Tuhan.

a. Elohim, El, Elah, Alah

Dalam Alkitab, Allah sangat sering disebut sebagai 'Elohim' dalam bahasa Ibrani. Akhiran 'im' adalah jamak kehormatan dan Allah itu disebut sebagai 'El' atau 'Eloh', di dalam Injil bahasa Inggris dengan komentar, diedit oleh pendeta C.I. scofield. 'Elah' jika dieja tertulis 'Alah'. Perbedaan dalam ejaan hanya satu huruf 'L'. Muslim mengeja “Allah SWT” sebagai 'Allah' sementara Pendeta mengejanya sebagai “Alah” dan diucapkan sebagai 'Elah'. Muslim mengucapkan sebagai Allah. Bahasa Ibrani dan bahasa Arab adalah berdekatan (bahasa saudara)karena itu Muslim mengucapkan nya 'Allah' dan bukan dengan pengucapan 'Elah'.

Ketika saya sekolah, saya diajarkan 'D- O' dibaca “du” , 'T-O' dibaca “tu”. Tapi 'G- O' dibaca “go” bukan 'Gu'. 'N-U-T' dibaca “nat” , 'C-U-T' dibaca “kat” ; 'B-U-T' dibaca “bat” , apa bacaan 'P- U- T'? Tidak 'pat' tetapi adalah 'put'. Jika Anda bertanya "Mengapa?" Jawabannya adalah "Karena itu adalah bahasa mereka". Jika saya ingin lulus saya harus membaca 'P- U-T' dengan membaca “put” bukan “pat”. Demikian pula pengucapan yang tepat untuk A-L-L-A-H, adalah Allah.

b. Yesus (AS) berseru kepada Allah ketika ia disalib

Disebutkan di Perjanjian Baru dalam Injil Matius, bab 27 ayat 46 dan juga Injil Markus, bab 15 ayat 34 ketika Yesus (AS) telah disalib.

Yesus berseru dengan suara nyaring berkata "E'-Li, E'-li' La-ma sa-bach'-tha-ni?" yang mengatakan, “Allahku, Allahku mengapa Engkau meninggalkan Aku? "Apakah ini suara seperti “Yehuwa! Yehuwa! mengapa kamu telah meninggalkan saya?” Apakah suara seperti “Bapa, Bapa?” Jawabannya adalah 'Tidak'.Bahasa Ibrani dan Bahasa Arab adalah bahasa yang berdekatan(bahasa saudara, seperti Indonesia dan Malaysia) dan jika Anda menerjemahkan "E'-Li, E'-li' La-ma sa-bach'-Tha-ni" dalam Bahasa Arab itu adalah 'Allah Allah lama tarak Tani' tidakkah itu serupa?
Pernyataan Yesus (AS) ini, " E'-Li, E'-li' La-ma sa-bach'-Tha-ni " adalah dipertahankan dalam bahasa Ibrani yang asli dalam setiap terjemahan yang tersedia lebih dari 2000 bahasa yang berbeda di dunia dan di setiap terjemahan itu, nama "Allah" ada.

2. "Allah" dalam Agama Sikh
Salah satu nama yang disebut Tuan Gurunanak berhubungan dengan Tuhan adalah "Allah".

3a. "Allah" dalam Kitab Rigveda 2 Hymne I ayat II

Bahkan di Kitab Rigveda adalah sebagian besar isi kitab suci dalam agama Hindu, salah satu atribut yang diberikan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dalam Kitab nomor 2 Hymne no I ayat II, adalah 'Ila' yang jika diucapkan adalah sama dengan ucapan kata “Allah”.

3b. Allo Upanishad:

Di antara berbagai Upanishad salah satu Upanishad namanya sebagai 'Allo' ,Upanishad ini merujuk kepada "Allah" disebutkan beberapa kali.

KAta Kabar dalam azhan

Mengambil Nama Kaisar Akbar dalam adzan

Pertanyaan:

Mengapa Muslim mengambil nama Kaisar Akbar saat memanggil orang untuk sholat?

Jawaban:


1. Non muslim keliru nama Kaisar Akbar diambil saat Adzhan.

Suatu waktu, ketika saya menghadiri konferensi di Kerala, menteri non-Muslim berkata sebelum saya berpidato . Ia berbicara tentang prestasi Muslim India dan peran mereka dalam kemajuan India. Dia mengatakan di antara raja-raja India, yang terbesar adalah Kaisar Akbar. Tidak heran Muslim mengambil nama Akbar ini dan mengumandangkannya lima kali sehari, saat adzhan. Dalam pidato saya, saya sampaikan bahwa ini adalah salah paham.

2. Kata 'Akbar' saat Adzhan tidak ada hubungannya dengan Kaisar Akbar

Kata 'Akbar' disebutkan dalam Adzhan yang dikumandangkan untuk memanggil Muslim sholat tidak ada hubungan dengan Kaisar Akbar dari India.Kata Akbar dalam Adzhan telah digunakan berabad-abad sebelum kelahiran Kaisar Akbar.

3. 'Akbar' berarti ' Besar'

Kata bahasa Arab kata 'Akbar' berarti 'besar'. Ketika kami berkata 'Allahu Akbar' dalam Adzhan kami menyatakan bahwa 'Allah itu Besar' atau 'Allah Maha Besar' dan memanggil orang-orang untuk menyembah satu-satunya Allah yang Maha Besar.

ISlam agama Terbaik

Hindu bukanlah agama yang tertua dan terbaik
Pertanyaan
Hindu adalah agama tertua dari semua agama jadi agama Hindu paling murni, asli dan terbaik dari semua agama di dunia.

Jawaban:


1. Islam adalah agama tertua

Hindu bukanlah agama tertua dari semua agama. Islam Adalah agama yang pertama dan tertua dari semua agama. Orang memiliki kesalahpahaman bahwa Islam muncul 1.400 tahun yang lalu dan Nabi Muhammad (SAW) adalah pendiri agama ini. Islam sudah ada sejak jaman dahulu, sejak manusia pertama menginjakkan kaki di bumi ini. Nabi Muhammad (SAW) bukanlah pendiri Islam. Dia adalah Rasul terakhir dan Penutup yang diutus oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

2. Agama Tertua belum tentu agama yang paling murni dan paling otentik

Sebuah agama tidak dapat dinyatakan paling murni dan asli, hanya pada kriteria Agama Tertua. Hal ini mirip dengan seseorang yang mengatakan bahwa ia telah menyimpan segelas air di gelas yang terbuka(tanpa tutup), di rumahnya, di luar kulkas, selama tiga bulan , air itu lebih suci daripada air yang baru saja dituangkan dalam gelas bersih, dan air ini baru saja di suci kan(disterilkan) .

3. Agama Terakhir atau Terbaru belum tentu agama yang paling murni dan otentik

Di sisi lain sebuah agama tidak dapat dinyatakan paling murni atau suci, hanya pada kriteria bahwa agama tersebut baru atau terbaru. Sebotol air mineral yang masih disegel, dikemas dan disimpan di kulkas selama tiga bulan adalah jauh lebih bersih dibandingkan dengan air segar yang dikumpulkan dari laut.

4. Agama yang murni dan asli, seharusnya tidak memiliki Penyisipan, perubahan dan revisi dalam Kitab Suci yang diwahyukan oleh Tuhan

Untuk setiap agama yang mengaku murni dan asli, Kitab Suci agama tersebut tidak boleh mengandung penyisipan, penambahan, penghapusan atau revisi apapun. Lebih dari itu, sumber inspirasi agama secara langsung adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. Alquran adalah satu-satunya Kitab Suci di muka bumi yang telah terpelihara dalam bentuk aslinya. Semua Kitab Suci agama lain, telah mengalami Penyisipan, penambahan, penghapusan atau revisi. Alquran telah di kenal oleh banyak orang, utuh dalam bentuk aslinya sesuai dengan wahyu Allah, dan sekarang ada ratusan ribu orang yang telah menghafalnya dalam otak mereka. Dan , jika Anda ingin membandingkan dengan salinan yang dibuat oleh Khalifah Usman bin Affan dari teks Alquran asli , sekarang dapat dilihat di museum Tashkent dan di museum Koptaki di Turki, salinan ini adalah sama seperti yang kita miliki saat ini.

Allah (swt) menjanjikan dalam Al Qur'an, dalam Surah Al Hijr, ke 15 ayat 9

" Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.."

5. Agama Tertua belum tentu Agama Terbaik

Sebuah agama tidak dapat dinyatakan sebagai agama terbaik hanya pada kriteria bahwa agama tersebut tertua. Hal ini mirip dengan seseorang yang berkata, bahwa mobil yang diproduksi abad 19 (1801-1900) lebih baik dari mobil Toyota diproduksi pada tahun 1998, karena lebih tua. Dia akan dianggap bodoh untuk mengatakan bahwa mobil abad ke-19 untuk starter memerlukan tangkai yang dimasukkan ke gigi nya, adalah lebih baik dari mobil Toyota yang diproduksi 1998 untuk starter hanya dengan menekan tombol starter, hanya karena umurnya lebih lama.

6. Agama terbaru belum tentu agama yang terbaik

Di sisi lain agama tidak dapat disebut sebagai agama terbaik hanya pada kriteria agama itu terbaru adalah agama yang datang kemudian. Hal ini mirip dengan seseorang yang mengatakan bahwa mobil saya, Suzuki 800 cc yang diproduksi pada tahun 1999 adalah lebih baik dari Mercedes 500 SEL 5000 cc diproduksi pada tahun 1997. Untuk menilai mobil mana yang bagus , seseorang harus membandingkan spesifikasi dari mobil misalnya kekuatan mobil, langkah-langkah keselamatan, kapasitas silinder, daya angkut, kecepatan, kenyamanan, dll. Mercedes 500 SEL 5000 cc, mobil yang diproduksi pada tahun 1997, adalah unggul jauh lebih baik dari Suzuki 800 cc (Suzuki Maruti 800) diproduksi pada tahun 1999.

7. Agama yang terbaik memiliki solusi(pemecahan) untuk masalah manusia

Suatu agama dianggap agama Terbaik, jika agama tersebut memiliki solusi untuk semua masalah manusia. Agama tersebut adalah agama yang benar, dan harus berlaku untuk semua zaman. Islam lah agama satu-satunya yang memiliki solusi untuk semua masalah manusia. misalnya masalah minuman keras, kelebihan perempuan, pemerkosaan , penganiayaan, perampokan, rasisme, sistem kasta, dll .

Islam adalah agama yang benar, dan aturan dan solusinya berlaku untuk semua zaman. Alquran adalah satu-satunya kitab suci agama di muka bumi, yang telah terpelihara kemurnian dan keaslian yang membuktikan sendiri layak disebut firman Allah untuk semua zaman. sebelumnya, adalah zaman mukjizat, zaman sastra dan puisi dan sekarang adalah zaman pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, Islam bukanlah agama buatan manusia, tetapi agama yang diturunkan dan diinspirasi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Ini adalah satu-satunya agama yang diterima di sisi-Nya.